Thursday, July 18

Begini Kisah LRT Pertama Kali Membelah Kota Jakarta

JAKARTA – Stasiun Velodrom, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (15/08/2018) petang. Tepat jam 15.00, kendaraan bernama Light rail transit (LRT) itu pun melaju meninggalkan stasiun itu menuju kawasan Kelapa Gading. Melewati rel layang yang belum lama dituntaskan pembangunannya oleh Jakarta Propertindo, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta itu. Ini adalah uji coba operasional terbatas dalam lingkup internal PT LRT Jakarta sambil terus berusaha melakukan perbaikan hal-hal yang belum sempurna.

“Secara teknis LRT sudah bisa berjalan. Nanti bisa dirasakan,” kata Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono sesaat sebelum LRT meninggalkan Stasiun Velodrom, Rawamangun.

Kereta tiba di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, pada pukul 15.14 WIB. Perjalanan dari Stasiun Veledrom Rawamangun sekira 14 menit.

Kemudian pukul 15.16 WIB kereta kembali meluncur dari Stasiun Boulevard dan tiba di Stasiun Velodrom pukul 15.28 WIB. Saat sampai di stasiun dan melewati belokan, kereta yang meluncur sekitar 40 km/jam melambat hingga kecepatan 25 km/jam.

Ini dilakukan berdasarkan saran dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan tidak terjadi hambatan berarti. Ketika operasi normal untuk umum LRT ditargetkan berjalan dari satu stasiun ke stasiun lain selama 1,5 menit. Waktu berhenti di setiap stasiun hanya 30 detik.

Satu rangkaian LRT bisa menampung 240 penumpang. Ketika sudah beroperasi normal, LRT ditargetkan mengangkut 800.000 penumpang setiap hari. Allan mengatakan, uji coba LRT ini dimaksudkan untuk mendapatkan sertifikasi pengujian sarana dan prasarana dari Kemenhub.

LRT mulai dibangun pertengahan 2016 dengan menghabiskan anggaran Rp7,45 triliun. Jalur sepanjang 5,6 km itu terdiri atas enam stasiun, yaitu Velodrom, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, Boulevard Utara, dan Pegangsaan Dua. Rencananya PT LRT Jakarta akan mengoperasikan dua kereta yang terdiri atas delapan rangkaian (train set).

Selain uji coba terbatas, PT LRT Jakarta akan melakukan uji operasi untuk masyarakat. Uji coba dengan mengundang komunitas warga di sekitar stasiun LRT.

“Karena mereka yang sudah empat tahun merasakan dampak ketidaknyamanan. Jadi kita prioritaskan,” ujarnya. Berdasarkan pantauan, penumpang yang ingin naik LRT harus mendaftarkan diri dan mendapat stiker khusus bertuliskan, “Uji coba operasi 15 Agustus–14 September 2018”.

Kepala Unit Pengelola LRT Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristianto menuturkan, uji coba kali ini merupakan uji coba fungsional untuk memastikan sarana dan prasarana siap dioperasikan.

“Meski masih mendengar suara pekerjaan proyek karena saat ini ada beberapa bagian yang dalam pembenahan, kita tidak putus asa. Kita tetap optimistis memeriahkan Asian Games dengan kehadiran LRT,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keberadaan LRT di area venue Asian Games yang telah diresmikan memang tidak dipakai untuk kegiatan Asian Games. Bahkan, Anies tidak mau tahu kapan LRT beroperasi. Dia lebih menekankan perawatan venue setelah Asian Games rampung.

“Saya berharap PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memanfaatkan betul tempat (venue) ini karena maintenance-nya tidak mudah dan murah,” katanya. (WP)

(Visited 24 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: