Thursday, July 18

Mengajukan KPR Saat Banyak Tagihan, Jangan!

70% adalah sisa penghasilan yang membuat kreditur yakin akan kemampuan seseorang mengangsur pinjamannya. Jika hutang diatas 30% penghasilan, berhitunglah sebelum mengajukan KPA atau KPA.
Ilustrasi hutang Anda (Foto:money101.co.za)

JAKARTA – Wartaproperti.com: Ada ungkapan, jika hendak memiliki rumah sendiri seseorang tidak perlu banyak pertimbangan, cukup keberanian untuk memutuskan. Terlalu banyak pertimbangan akan membuat rumah tak terbeli selamanya.

Baca juga: 86% Nasabah Bilang, Proses Pengajuan KPR Terlalu Berbelit

Sebagai sebuah motivasi, wajar saja. Namun, bukankah rumah adalah aset yang tidak kecil nilainya? Ratusan juta hingga miliaran rupiah yang harus dikeluarkan untuk memilikinya. Lantas, apakah hanya cukup dengan keberanian saja, tanpa pertimbangan dan perhitungan yang matang?

Apabila pembelian rumah dilakukan secara tunai dengan uang tabungan sendiri, baiklah itu karena tak akan ada dampaknya dengan hutang. Tetapi bagaimana jika butuh pembiayaan dari bank, atau setidaknya menggunakan uang pinjaman dari pihak lain?

Anda yang paling tahu kemampuan keuanganmu

Banyak orang yang hendak mengajukan kredit pemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA) di bank, melakukannya dengan kepasrahan yang tinggi pada krediturnya. Ini terjadi pada debitur dengan karakteristik banyak hutang di pihak lain. Jika ditolak aplikasi kreditnya, ya apa mau dikata. Kalau diterima, ya syukurlah.

Masalahnya mungkin selesai, jika pengajuan kredit ditolak. Yang tersisa adalah cita-cita punya rumah sendiri yang belum tercapai. Tetapi bagaimana jika pengajuan diterima dan akan menimbulkan beban cicilan selama bertahun-tahun kedepan?

Bayangkan jika bank tidak jeli menganalisa atau Anda mampu menutupi jumlah hutang yang sedang berjalan, dan harus ditimpakan lagi dengan cicilan baru. Bukankah ini akan mendatangkan persoalan keuangan serius yang dampaknya bisa lebih buruk dari tidak berutang sama sekali?

Baca juga: Ternyata Begini Asal-Usul Gaya Skandinavia

Maka kalimat kunci yang perlu dicatat dari Greg Palmieri, seorang perencana keuangan dari perusahaan kredit online SoFi di Amerika Serikat, adalah, Anda adalah orang paling mengetahui keuanganmu. Bank akan membuat keputusan dengan penuh tanggungjawab, tetapi mereka sungguh tidak mengetahui kondisi keuanganmu yang sebenar-benarnya.

Kendalikan hutangmu, bukan hutang yang mengendalikanmu

Kylie Winkfield, seorang konsultan keuangan dan dana pensiun ternama di Washington, Amerika Serikat mengatakan, “Jika Anda dengan nyaman dapat memenuhi semua kewajiban keuangan bulanan Anda tanpa tekanan atau kesulitan, Anda mungkin berada dalam posisi yang baik untuk membuat sebuah komitmen yang lebih besar, ”katanya.

Akan lebih bagus lagi jika Anda sendiri pun masih memiliki simpanan yang cukup di rekening tabungan atau deposito Anda. Ini menunjukkan bahwa, sekalipun memiliki hutang, Andalah yang mengendalikan hutang itu, bukan sebaliknya hutang yang mengendalikan Anda. Ini hal yang penting bagi mereka yang hendak menciptakan hutang baru, tanyakan pada diri sendiri, mampukah hutang ini kukendalikan?

Jika hutang-hutang terdahulu telah atau pernah membuat Anda berada pada kondisi yang sulit karena tak mampu mengendalikannya, maka jangan menciptakan hutang baru dengan membeli rumah secara kredit. Ini akan menjadikan kondisi Anda lebih buruk dari sebelumnya.

Berhitunglah dengan kalkulator

Pada situs-situs pinjaman online, mereka menyediakan kalkulator. Maka, sebelum membuat keputusan, berhitunglah secara jujur. Semua hutang, sekecil apapun, harus langsung mengurangi sisa uang Anda yang hendak dipakai untuk membayar pinjaman pembelian rumah. Jika angka yang tersisa terlalu kecil untuk membayar rumah, lupakanlah rencanamu ini.

Banyak debitur mengalami trauma, karena nekad meminjam, rumahnya berujung pada penyitaan atau dijual kembali secara terpaksa dan sudah pasti tidak ada keuntungan yang signifikan dari penjualan itu.

Baca juga: Mulai Agustus 2018, Bank Plat Merah Ini Tawarkan KPR Tanpa DP

Bukan hanya hutang lain yang membuat kemampuan Anda berkurang untuk dapat membayar cicilan rumah, tetapi jangan lupa, dengan memiliki rumah, Anda pun akan mengalami banyak pengeluaran baru yang tidak terpikirkan sebelumnya, antara lain biaya perawatan, perlengkapan dan kewajiban bulanan seperti listrik, air, keamanan, kebersihan dan lain sebagainya.

Nah, Anda bisa menyimpulkan sendiri siapa sesungguhnya yang paling tepat membuat keputusan terhadap pengajuan kredit pemilikan rumah atau apartemen Anda? Anda sendiri bukan? (Ferdinand Lamak/HuffPost.com)

(Visited 55 times, 52 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: