Saturday, October 19

Ternyata Begini Asal Usul Gaya Desain Skandinavia

Gaya desain Skandinavia mengandung tiga filosofi utama yakni fungsional, sederhana dan cerah. Gaya ini sudah dikenal sejak 1930-an di lima negara Nodric. Kini, gaya desain ini tengah digandrungi di Indonesia.
Ruang tamu dengan warna kalem, lantai kayu dan karpet hanya pada bagian tertentu saja (Foto-foto: SB)

Datangnya dari prinsip bahwa seseorang harus hidup selaras dengan lingkungannya, dan semua material yang ada harus difungsikan ketimbang diganti. Untuk melengkapi seni hidup dengan baik, filosofi desain ini mempromosikan lingkungan rumah sederhana yang mendorong penghuninya memiliki gaya hidup tanpa beban.

Adalah lima negara Nordik yakni Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia. Istilah “Desain Skandinavia” berasal dari pertunjukan desain dengan nama tersebut kalau penyelenggaranya bepergian ke Amerika Serikat dan Kanada antara tahun 1954 dan 1957. Ia mempromosikan cara hidup yang sederhana dan memamerkan berbagai karya oleh para desainer Nordik.

Filosofi minimalis menekankan garis bersih dan desain sederhana yang terinspirasi oleh alam dan iklim adalah beberapa keutamaan yang ditekankan oleh para perancang desain Nordic. Gaya Skandinavia mempromosikan desain yang indah dan berkualitas dari produk berkelanjutan yang terjangkau dan mudah diakses oleh orang-orang di semua lapisan masyarakat.

Pameran di Amerika dan Kanada yang menampilkan desain Skandinavia selama 1950-an memainkan peran penting dalam menanamkan pengaruh prinsip-prinsip gaya desain ini di Eropa dan Amerika Utara yakni untuk meningkatkan kwalitas hidup sehari-hari. Untuk mencapai itu, desainer gaya Skandinavia harus fokus pada desain interior dengan furnitur, pencahayaan, tekstil, aksesori, dan barang-barang utilitarian sehari-hari seperti piring, perak, peralatan masak dan linen.

Pada interior Skandinavia, selalu ada hubungan yang kuat antara elemen desain dan alam. Ini sering terlihat sangat kontras antara bentuk abstrak dan alami, serta permukaan dan bahan yang keras dan lunak. Bahan alami seperti batu, kayu, kulit dan rami digunakan di sebagian besar interior rumah.

Dalam masa keemasan desain Skandinavia dari tahun 1930-an hingga 1970-an, ada sejumlah desainer furnitur terkemuka yang memberikan dampak besar pada filosofi dan gaya desain. Pengaruhnya terhadap desain modern masih terlihat hingga hari ini di daerah-daerah seperti San Francisco dan San Mateo di mana Anda akan menemukan toko-toko indah seperti Article, Muuto, Innovation, dan ScanDesign. Desainer Skandinavia yang brilian yang menulis ulang sejarah desain inovatif mereka antara lain Alvar Aalto; Poul Henningsen; Arne Jacobsen; Borge Mogensen; Verner Panton; Hans J. Wegner; dan Maija Isola. Cukup ambil buku apa pun tentang desain dan arsitektur Skandinavia atau Nordic, nama-nama ini akan Anda temukan di sana.

TREN DESAIN GAYA SKANDINAVIA

  • Lantai: Karpet yang membentang dari dinding ke dinding tidak pernah populer di negara-negara Skandinavia. Interior lantai mereka biasanya terbuat dari kayu atau lantai kayu. Kayu ringan menjadi lantai di semua kamar, kecuali kamar mandi. Jika karpet digunakan, biasanya terbatas pada karpet area.
  • Permukaan Interior – Kayu sering digunakan di dinding, langit-langit, kabinet, dan furnitur. Nada hangat yang ditemukan di jati dan ek lebih disukai untuk digunakan. Jika pinus digunakan, itu sering berwarna abu-abu karena dipoles dengan minyak khusus yang mengurangi nuansa kuning kayu.
  • Bahan Ramah Lingkungan – Prinsip desain Skandinavia mempromosikan rumah ramah lingkungan dengan bahan bangunan organik yang berkelanjutan untuk lantai, dinding, dinding dan atap.
  • Warna – Dinding putih, biru dan abu-abu yang sejuk adalah pilihan yang biasa. Di beberapa rumah, warna-warna cerah seperti kuning dan oranye hanya ditemukan di kain dan permadani Marimekko.
  • Asesoris – Gaya minimalis ini mengedepankan filosofi desain “less is more.” Asesoris biasanya diperkecil untuk mengurangi kekacauan dan mengurangi gangguan visual.
  • Perapian – Musim dingin Skandinavia sangatlah dingin, sehingga sebagian besar rumah memiliki perapian besar untuk menyediakan panas yang cukup. Desain perapian biasanya sederhana, tetapi sering dihiasi dengan ubin yang indah.

Aksen dari gaya Skandinavia ini adalah ramah, sejuk tetapi elegan. Sama seperti bangsa Skandinavia dikenal ramah. Negeri mereka dikelilingin oleh pemandangan indah dan berbudaya tinggi. Bahkan, Denmark  dijuluki sebagai  The Happiest Country in The World. Sementara ibukotanya, Kopenhagen, adalah sebuah kota yang paradoks. Kota yang sangat modern, namun  suasana di kota itu lebih mirip kota kecil, hening, santai, dan tenang. Stres pun sirna, sama seperti punya rumah dengan gaya Skandinavia, stres pun lenyap. (Ferdinand Lamak / Smith Brothers)

(Visited 40 times, 10 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: