Saturday, October 19

Sosok dan Pemikiran Caketum REI, P. Totok Lusida

Paulus Totok Lusida, Calon Ketua Umum DPP REI 2019-2022 (Foto: Ist)

DPP REI akan menyelenggarakan suksesi. Salah satu nama yang menguat dalam bursa pencalonan adalah Paulus Totok Lusida, mantan Sekjen DPP REI periode lalu. Apa dan bagaimana dia serta apa saja yang akan dilakukannya jika terpilih nanti?

WARTAPROPERTI.COM – Nama Paulus Totok Lusida bukanlah asing di kalangan pelaku industri properti. Dirinya, sebelumnya adalah Ketua DPD REI Jawa Timur. Selain dikenal sebagai pengembang properti di Jawa Timur, Sarjana Farmasi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu pun terkenal luas sebagai pengusaha farmasi yang sukses. Ia lahir di Surabaya pada 7 September 1964.

Dalam ajang suksesi kepemimpinan di DPP REI, pemilik sejumlah perusahaan antara lain PT. Mitra Gemilang Jaya Makmur, PT. Lusida Graha Makmur, PT. Lusida Mitra Gemilang, PT. Lusida Jaya Makmur, PT. Mitra Griya Makmur dan PT. Graha Mitra Gemilang ini percaya diri maju sebagai calon ketua umum. Ia seakan hendak melanjutkan perjuangan kepemimpinan sebelumnya dimana dirinya duduk sebagai Sekjen DPP REI. Ia juga mantan Ketua DPD REI Jawa Timur.

Saat ia memimpin REI Jatim, dia mencetuskan Program 5P sebagai fokus kerja dimana Program 5P ini meliputi perizinan, perpajakan, pelistrikan, pembiayaan, dan pertanahan. Lantas apa yang hendak ditawarkannya sebagai program kerja jika terpilih sebagai Ketua Umum DPP REI 2019-2022 nanti?

Totok menyatakan bahwa konsolidasi anggota REI akan menjadi misi pertamanya jika terpilih menjadi Ketua Umum REI. Ia menegaskan komitmen dirinya untuk melakukan konsolidasi seluruh potensi anggota REI karena ia tak ingin kekuatan REI terpecah belah karena perbedaan dukungan di musyawarah nasional (munas) nanti. Untuk itu, konsolidasi sudah dia lakukan sejak 2 tahun terakhir ini dengan merangkul seluruh daerah.

“Konsolidasi ini misi pertama saya, jadi tidak ada lagi gap-gap di antara kita,” kata Totok di hadapan anggota REI pada Sosialiasi Calon Ketua Umum DPP REI periode 2019-2022, Kamis (10/10).

Totok menambahkan, REI tidak akan terkotak-kotak akibat perbedaan dukungan maupun cara pandang. Dia berjanji akan menggunakan organisasi REI untuk memperjuangkan kepentingan bersama. “Waktu tiga tahun ini adalah pengorbanan luar biasa, dan saya sudah bicara dengan keluarga untuk mewakafkan sepenuhnya diri saya untuk REI. Keluarga sudah paham kalau berorganisasi itu akan mengorbankan segalanya,” kata Totok.

Jika terpilih, Totok berjanji, dirinya bersama para pengurus akan meningkatkan pelayanan organisasi bagi seluruh anggota REI dengan menerapkan program tanggap lugas dalam menyelesaikan bermacam persoalan REI di daerah. Apalagi belakangan ini semakin banyak dan kompleksnya masalah di sektor properti, terlebih dengan banyaknya produk regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

“Terakhir, REI dan Kementerian PUPR sudah berkomitmen untuk membicarakan dulu regulasi yang akan diterbitkan sehingga tidak menimbulkan polemik di lapangan. Berikutnya yang perlu diperkuatkan adalah memback-up DPD REI untuk mengawal peraturan daerah (perda) yang berpotensi merugikan pengembang di daerah,” ujar Totok.

Totok juga menambahkan, ada satu ide yang sedang diperjuangkan REI saat ini adalah tentang pengurangan jangka waktu (tenor) kredit FLPP dari 20 tahun menjadi 5 tahun dengan degradasi atau menjadi sekitar 7 tahun.

Dengan adanya pengurangan tenor ini maka kompensasinya pada kuota FLPP dari yang asa sekarang hanya 100 ribu unit, menjadi 3 kali lipat tanpa membebankan APBN. “Secara lisan, Menkeu, Menteri PUPR bahkan Presiden saat bertemu dengan REI kemarin sudah menyetujui ide ini. Kita tinggal mengawal saja,” jelas dia.

(Visited 6 times, 6 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: