November 28, 2022
Menara BCA di areal Grand Indonesia
Menara BCA di areal Grand Indonesia

WARTAPROPERTI.COM | Dituding menyalahi kontrak perjanjian kerjasama dengan PT Hotel Indah Natour (HNI), pihak Grand Indonesia pun menyanggah dengan mengatakan bahwa pembangunan Menara BCA dan Menara Kempinski dalam areal Grand Indonesia, sudah sesuai dengan kontrak antara pihaknya dengan HNI. Perjanjian kerjasama antara PT Grand Indonesia dan PT HNI adalah built operate transfer (BOT).

“Jadi kami hanya melakukan apa yang ada di perjanjian BOT tersebut. Sampai saat ini sih kami belum ada menyalahi hukum, Semua yang kita buat ada di dalam perjanjian BOT,” ujar Diana Widodo, Humas Grand Indonesia ketika dihubungi akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Jaksa Agung M. Prasetyo di Jakarta (24/02/2016) mengatakan, penyimpangan perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak, tengah ditangani oleh Jampidsus Kejagung karena ada indikasi penyimpangan kontrak dalam pembangunan kompleks pertokoan satu dan dua di GI.

“Ternyata pelaksanaannya melampaui yang dibangun, di sana ada tower BCA dan tower Kempinski,” kata Prasetyo.

Sayangnya, hari ini dalam keterangannya di Kejagung, Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi yang dipanggil oleh Kejagung membeberkan bahwa,  PT Grand Indonesia membangun dua bangunan baru tanpa terlebih dulu memberi tahu PT Hotel Indonesia Natour. Padahal kesepakatan semula dalam kontrak, hanya pembangunan dua mal, satu hotel, dan satu lahan parkir.

Meskipun ketika proses berjalan, Sukardi sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri BUMN, namun dari keterangannya, ia menyebutkan bahwa PT HNI sebagai pemegang saham tidak mendapat pemberitahuan tentang adanya bangunan tambahan yang didirikan oleh PT Grand Indonesia. “Mestinya kalau perpanjangan itu juga dilaporkan ke pemegang saham seperti pada awal-awalnya,” kata Sukardi.

Sesungguhnya, pihak PT HIN dan PT GI melakukan perjanjian kerjasama selama tiga tahun dan sudah berakhir pada tahun 2007. Namun, di tengah periode kontrak itu, PT GI disebut melakukan subkontrak lagi dengan pengusaha lain, yakni BCA dan Apartemen Kempinski. Kemudian, berdirilah Menara BCA dan Apartemen Kempinski di aset lahan milik negara tersebut.

Menurut kejaksaan, dua pembangunan itu selama ini tidak memberikan pemasukan kepada negara karena dua pembangunan itu di luar dari perjanjian. (FL/Foto: Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.