December 6, 2022

WARTAPROPERTI.COM | Ada sejumlah alasan yang menyebabkan proyek LRT Jabodetabek lebih lambat progresnya dibandingkan LRT Palembang. Perbandingannya, LRT Palembang 4,2% sedangkan LRT Jabodetabek baru 2%. Alasannya, LRT Jabodetabek harus dilakukan sinkronisasi dengan sistem dan jalur LRT dalam kota DKI Jakarta yang bakal dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta,  PT Jakarta Propertindo atau Jakpro.

Pembahasan singkronisasi ini pada Jumat kemarin (4/3) sempat dihentikan karena Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama masih berbeda pandangan tentang standar kereta yang dipakai.

Meski LRT Palembang lebih unggul dari sisi progres, pemerintah mentargetkan proyek LRT Jabodetabek dengan investasi senilai Rp 23,81 triliun dan Palembang senilai Rp 11,49 triliun yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu bisa rampung pada Semester-I 2018. Hal ini dimaksudkan agar infrastruktur transportasi modern itu sudah siap sebelum pagelaran Asian Games 2018 nanti.

“Intinya semua diharapkan selesai sesuai target. Palembang lebih cepat karena tidak perencanaan yang berbarengan. Kalau Jabodetabek kan perlu koordinasi dan harmonisasi terhadap beberapa rencana yang berjalan,” kata Kepala Sub Bagian Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Joice Hutajulu.

Ia juga menyebut, ada potensi proyek LRT rute Bekasi Timur-Cawang mengalami sedikit gangguan karena jalur LRT bersinggungan dengan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Akibatnya, jalur LRT digeser sedikit sehingga berpotensi membutuhkan waktu untuk pembebasan lahan. Sementara itu, ada tujuh rute dalam kota DKI  belum ada tanda-tanda bakal dimulai. Saat ini, LRT DKI masih tahap studi kelayakan (Feasibility Study/FS) yang dilakukan oleh Jakpro. (FL/Foto: Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.