November 28, 2022
Pantai Pluit di Jakarta Utara
Pantai Pluit di Jakarta Utara

WARTAPROPERTI.COM | Belum genap setahun Presiden Direktur Sentul City Kwee Cahyadi Kumala divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Senin (8/6/2015), kali ini jagat properti kembali dikejutkan oleh ditetapkannya Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap yang dilakukan kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi. Ariesman diketahui memutuskan untuk menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, malam tadi Jumat (01/4/2016).

Langkah menyerahkan diri yang dilakukan oleh Ariesman ini patut mendapat acungan jempol, kendatipun ia ditetapkan sebagai tersangka dari pengembangan kasus yang dilakukan oleh KPK. Kendati demikian, kejadian ini menjadi potret buram bagi industri properti lantaran dalam durasi kurang lebih setahun, dua pucuk pimpinan perusahaan properti ternama yakni pengembang kawasan Sentul City dan raksasa pengembang apartemen Agung Podomoro harus berurusan hukum dengan dugaan korupsi, lebih spesifik lagi penyuapan.

Baca juga: Reklamasi Pulau, Bukan Hal Baru di Indonesia

Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Kamis (31/4/2016), KPK menyita uang tunai sebesar Rp 1,1 miliar yang diterima Sanusi sebanyak dua kali. Pemberian uang suap yang ditengarai diberikan oleh APL itu diduga terkait dengan pembahasan Raperda Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir Pantai Utara dan revisi Perda nomor 8 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Rencana Tata Ruang Pantura Jakarta.

Sementara itu, pihak APL melalui keterangan tertulis yang diterima WartaProperti.Com mengatakan, “Kami tengah mempelajari secara mendalam mengenai kasus ini dan berkomitmen untuk mematuhi seluruh proses hukum yang perlu dijalankan serta akan bekerja sama dengan semua pihak yang terkait untuk dapat diselesaikannya proses hukum dengan baik,” kata Corporate Secretary Agung Podomoro Land, Justini Omas, Jumat (1/4/2016).

Praduga tak bersalah adalah suatu hal yang pasti untuk diberlakukan juga pada kasus ini. Namun, menurut Ferdinand Lamak, pemerhati properti dan kawasan dari Center for Urban Development Studies (CUDES), dua kejadian yang menimpa pengembang properti papan atas ini menandakan bahwa, upaya keras pemerintah untuk memangkas korupsiĀ  dalam proses perijinan sebuah proyek properti, masih menyisakan celah dan ituĀ  dimanfaatkan oleh pelaku industri.

“Langkah Agung Podomoro Land selama ini yang tetap berjalan dengan konsep reklamasi dan mengikuti semua aturan yang disyaratkan Pemprov DKI Jakarta itu sudah bagus. Ketika DPRD DKI Jakarta berteriak karena terindikasi mereka (APL) melakukan kegiatan pemasaran proyek Pluit City sebelum perijinan beres, pun mereka patuh dan tidak ada masalah. Sayangnya mereka terpeleset di kasus ini.”

Menurut Lamak, dalam catatan CUDES, APL (ketika itu masih bernama Agung Podomoro Group), terakhir bermasalah dengan hukum dalam kasus penyegelan proyek Kalibata City yang dilakukan pada tanggal 31 Maret 2009 oleh P2B DKI Jakarta, karena belum memiliki IMB. Namun penyegelan itu tidak berlangsung lama karena perusahaan dengan segera membereskan urusan IMB sehingga pada 14 Mei 2009, kurang dari dua bulan segel ini dibuka.

“Ini menjadi pelajaran untuk pelaku bisnis properti yang lain untuk mulai beradaptasi dengan kondisi kekinian. Wind of change sudah mulai berhembus di negeri ini, maka baiknya kita ikuti saja aturan yang berlaku tanpa perlu melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum. Karena, bisnis properti adalah bisnis yang berbasis pada kepercayaan, sehingga reputasi hukum itu perlu untuk terus menjaga kepercayaan pasar. Apalagi perusahaan publik seperti Sentul City dan APL.”

Namun apakah kondisi ini akan memengaruhi kinerja kedua perusahaan di pasar? “Saya pikir tidak signifikan karena tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan end user. Buktinya Sentul City jualan terus, kita lihat saja, prediksi saya sih Podomoro Golf View juga akan jualan terus,” ungkapnya. (PP/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.