December 3, 2022
Kekompakan Jokowi dan Ahok dalam mencari solusi reklamasi pantai
Kekompakan Jokowi dan Ahok dalam mencari solusi reklamasi pantai

WARTAPROPERTI.COM | Pemerintah memutuskan melanjutkan pembangunan proyek reklamasi di Teluk Jakarta sebagai bagian dari National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Garuda Project. Itu adalah keputusan yang diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi dua hari lalu (27/4/2016) di istana negara yang dihadiri sejumlah menteri dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama. Setelah rapat, Ahok mengatakan pemerintah pusat dan daerah akan melakukan sejumlah pembenahan selama moratorium berlangsung.

“Reklamasi semua lanjut. Moratorium 6 bulan ini untuk bereskan mana pemahaman-pemahaman yang bertabrakan,” kata Ahok di Kompleks Istana, Rabu, 27 April 2016. Salah satu pembenahan yang akan dilakukan, kata dia, adalah revisi keputusan presiden terkait dengan reklamasi, menyesuaikan aturan baru yang diterbitkan.

Baca juga: Jokowi Khawatirkan Jakarta Dalam Rapat Soal Reklamasi

Dalam rapat terbatas itu, diputuskan bahwa pembagian izin dan rekomendasi akan dibagi ke sejumlah pihak. Pemerintah daerah DKI Jakarta berhak memberikan ijin untuk Pulau A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M. Sementara itu, Kementerian Perhubungan berwenang memberikan izin bagi Pulau N, O, P, Q. Sedangkan yang bertindak sebagai pemberi rekomendasi adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sedangkan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, selama moratorium berlangsung, Presiden Jokowi memerintahkan pemerintah pusat dan daerah melakukan pembenahan. Presiden, kata dia, misalnya meminta Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat melakukan sinkronisasi dan mengintegrasikan aturan undang-undang yang ada. “Mereka juga diminta menyampaikan kepada Bappenas untuk menjadi master plan bersama,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan moratorium proyek reklamasi menyusul terkuaknya kasus suap kepada anggota DPRD DKI, Mohamad Sanusi, oleh pengembang proyek reklamasi. KPK hingga kini masih terus menyelidiki kasus suap reklamasi di Teluk Jakarta. (FL/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.