December 3, 2022
Penjualan properti segmen kecil semakin tertekan dengan angka penjualan yang sangat kecil
Penjualan properti segmen kecil semakin tertekan dengan tingkat penjualan yang sangat rendah

WARTAPROPERTI.COM | Survei pasar triwulanan yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW) menunjukan terjadinya penurunan signifikan dalam penjualan properti yang melanda hampir semua sektor, pada semua wilayah. Survei yang dilakukan pada periode Januari-Maret 2016 ini memberikan gambaran bahwa penjualan properti di segmen menengah masih mendominasi catatan para pengembang meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada kwartal sebelumnya, sementara properti segmen besar dan kecil mengalami penurunan yang lebih besar.

Dari lima wilayah yang disurvei yakni Bogor, Bekasi, Serang-Cilegon, Depok, Tangerang,  semua wilayah mengalami penurunan nilai penjualan dengan segmen menengah masih menguasai tingkat penjualan sebesar 52,19% dibandingkan dengan segmen besar 28,27% dan kecil 19,54%. Berbeda dengan komposisi segmen besar yang sempat mendominasi penjualan pada triwulan sebelumnya.

Baca juga: Survey IPW, Ini Segmen Terlaris di Jabodetabek pada Kwartal 1 2016!

Berikut gambaran kondisi pasar berdasarkan catatan penjualan properti di semua segmen:

Wilayah Bogor

Hal menarik terjadi dalam perkembangan penjualan di triwulan I/2016 di wilayah Bogor sebagai wilayah satu-satunya yang mengalami kenaikan yaitu sebesar 11,8%, khususnya di segmen menengah yang naik mencapai 70,3%. Dampak rencana pembangunan jalur LRT dari Cibubur ke Cawang mulai terasa di wilayah ini termasuk jalur Cimanggis.

Wilayah Bekasi

Penjualan di Bekasi secara nilai mengalami penurunan -6,2% setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun demikian penurunan ini relatif tidak menggambarkan kondisi tren pasar yang menurun di Bekasi. Hal ini juga tergambar dengan naiknya harga rumah dan harga tanah di beberapa titik perumahan. Arah pergerakan pasar perumahan diperkirakan masih mengarah ke Bekasi Timur arah Cikarang, dan Bekasi Utara.  Perbaikan infrastruktur pun masih menjadi faktor pendukung berkembangnya pasar perumahan di wilayah ini.

Wilayah Serang – Cilegon

Terjadi kenaikan harga rumah dan tanah di proyek ini meskipun relatif mengalami penurunan penjualan dibandingkan triwulan sebelumnya. Selain itu pasar perumahan di wilayah Serang yang sebagian besar merupakan rumah segmen kecil juga mengalami penurunan penjualan, meskipun demikian terjadi peningkatan dalam pembangunan rumah segmen kecil. Potensi perumahan menengah bawah cukup baik.

Wilayah Depok

Meskipun relatif terjadi kenaikan harga rumah di wilayah Depok, namun tingkat penjualan masih dirasakan menurun. Namun demikian dengan rencana beberapa ruas tol yang masih belum selesai membuat pertumbuhan harga tanah di Depok masih harus menunggu waktu. Beberapa pengembang telah mulai serius menggarap wilayah Depok karena prospeknya yang cukup baik khususnya dengan rencana infrastuktur yang ada, khususny wilayah Sawangan dan Cimanggis.

Selain itu juga untuk wilayah Cimanggis diprediksi akan mulai menunjukkan pergerakan sejalan dengan banyaknya rencana pembangunan di wilayah ini termasuk pembangunan apartemen yang dapat mendongrak harga tanah. Beberapa pengembang telah mulai serius menggarap wilayah Depok karena prospeknya yang cukup baik khususnya dengan rencana infrastuktur yang ada.

Wilayah Tangerang

Penurunan penjualan di Tangerang terjadi khususnya di hampir semua segmen. Meskipun demikian pergerakan pasar relatif terjadi ke arah Balaraja dan ke arah Parung serta sebagian ke arah Rajeg. Kenaikan harga pun mulai terlihat meskipun relatif masih tipis khususnya di segmen kecil dan menengah. (FL/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.