December 6, 2022
Begini suasana reklamasi teluk Jakarta
Begini suasana reklamasi teluk Jakarta

WARTAPROPERTI.COM | Proyek Pluit City yang merupakan salah satu megaproyek milik PT Agung Podomoro Land dipastikan masih aman hingga saat ini. Pasalnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mempertimbangkan penghentian proyek reklamasi pulau di Teluk Jakarta yang menjadikan anggota DPRD DKI M. Sanusi dan Presdir APL Ariesman Widjaja sebagai tersangka oleh KPK.

Hal itu dikemukakan oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro KPK Yuyuk Andriati Iskak di Jakarta, malam tadi Selasa (5/4/2016). Menurut dia, penyidik masih mempelajari kasus tersebut dan belum memikirkan untuk menghentikan proyek itu.  “Kami pelajari dulu kasusnya sekarang, soal rekomendasi untuk hentikan proyek sampai saat ini belum kami kaji.”

Menurut dia, ada banyak dokumen yang sudah disita oleh KPK dari kantor APL di APL Tower dan dari kantor DPRD DKI Jakarta. Para penyidik saat ini fokus mempelajari dokumen-dokumen yang berhasil disita dari dua tempat itu. “Dokumen yang dibawa kan banyak, tentu itu semua sedang dipelajari oleh penyidik,” imbuh dia.

Baca juga: Bos Sentul City dan APL ke KPK, Saatnya Pengembang Mawas Diri

Kasus yang berkaitan dengan reklamasi Teluk Jakarta itu mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi. Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan, penangkapan Sanusi dilakukan di salah satu mal di Jakarta Selatan, pukul 19.30 WB. “OTT (operasi tangkap tangan) terhadap dua orang orang yaitu MSN (M. Sanusi), anggota DPRD DKI tahun 2014-2018,” ujar Agus di kantor gedung KPK, Jumat (1/4/2016) petang.

Selain Sanusi, Agus mengungkapkan KPK juga menangkap GER sebagai pihak swasta. “Penangkapan dilakukan di pusat perbelanjaan di Jaksel,” ungkap Agus. Penyidik KPK menangkap Sanusi setelah politisi Partai Gerindra itu menerima sejumlah uang dari TPT, karyawan swasta PT APL. Dari penangkapan ini, KPK menyita uang tunai sebesar Rp 1.140.000.000,- yang diterima Sanusi dari TPT sebanyak dua kali. Sebelum pemberian uang kemarin, Sanusi sudah menerima sejumlah uang sebesar Rp 1 miliar pada 28 Maret lalu.

“Pemberian kedua adalah sisanya, Rp 140 juta,” imbuh Agus.

KPK kemudian menetapkan AWJ, Presdir APL sebagai tersangka. AWJ kemudian membuat langkah kooperatif dengan menyerahkan diri ke KPK pada Jumat (1/4/2016)  petang. (FL/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.