November 28, 2022
Menteri Ferry Mursyidan Baldan (kanan) (Foto: Antara)
Menteri Ferry Mursyidan Baldan-kanan (Foto: Antara)

WARTAPROPERTI.COM | Selasa (11/4/2016) Presiden Joko Widodo melakukan blusukan di Brebes, Jawa Tengah.  Ada satu fakta penting yang ditemukan presiden di sana, yakni keluhan masyarakat bahwa pengurusan sertifikat tanah masih melewati proses yang lama dan berbiaya tinggi. Sontak, fakta ini membuat publik  mengarahkan pandangan kepada politisi Partai Nasdem yang kini duduk sebagai  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ferry Mursyidan Baldan.

Ferry Mursyidan Baldan, menteri yang sepanjang tahun 2015 banyak mengeluarkan pernyataan seputar masalah pertanahan yang membuat gamang pelaku bisnis dan masyarakat luas itu pun memberi sanggahan. Ferry menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan beberapa layanan yang mempermudah proses pengurusan penggunaan lahan sampai penerbitan sertifikat tanah.

“Kami menyiapkan beberapa klasifikasi pelayanan, ada tujuh pelayanan yang bisa cepat, ada pelayanan one day, ada yang pelayanan one hour, macam-macam,” kata Ferry usai Rapat Koordinasi Penyederhanaan Regulasi Perumahan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Baca juga: Lebaran Nanti, Pejagan – Brebes Timur Bisa Lewat Tol

Jawaban Ferry tidak langsung menyuntuh pada persoalan yang dikeluhkan masyarakat Brebes kemarin. Bahkan, semua jawaban terkesan normatif. Apalagi ketika Ferry mengatakan bahwa, penerbitan sertifikat tanah bisa memakan waktu yang lama saat proses pembagian warisan.

“Biasanya kan pecah waris. Pecah waris itu kan kita harus minta fatwa waris. Siapa, bagiannya berapa karena kan harus selesai di sini. Setelah fatwa waris itu kan kita harus kumpulkan, ada sumpahnya. Kan itu prosesnya,” sebutnya.

Terkait dengan biaya, Ferry mengaku tarif pengurusan sertifikat tanah tidak terlalu mahal, bahkan ada yang dikenakan nol rupiah. “Dalam rangka percepatan pengurusan sertifikasi ini ya nol rupiah ke masyarakat. Kalau ada beban pengukuran dan sebagainya itu banknya yang handle. Jadi sebetulnya nol rupiah,” ujarnya.

Ferry sama sekali tidak memberikan garansi untuk mengecek langsung ke lapangan, apa yang sesungguhnya terjadi di Brebes. Padahal, boleh jadi semua teori yang disampaikan Ferry, jauh panggang dari api jika melihat ke lapangan, sebagaimana fakta yang ditemukan Presiden Jokowi, kemarin. (FL)

Leave a Reply

Your email address will not be published.