November 27, 2022
Perhatikan setiap tahapan kala hendak membeli rumah seken
Perhatikan setiap tahapan kala hendak membeli rumah seken

WARTAPROPERTI.COM | Center for Urban Development Studies (CUDES) mencatat, sejak 2014 hingga 2016, pasar rumah seken di Jabodetabek mengalami stagnasi harga. Jikalaupun ada kenaikan, itu hanya terjadi di spot-spot tertentu yang pasokan pasar primer sudah tidak ada. Kenaikan harga dalam skala minimalis masih terjadi di pasar primer. Kondisi pasar sekunder seperti ini membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan rumah yang sesuai dengan isi kantongnya. Berkaitan dengan itu maka, penting bagi calon konsumen untuk memahami 10 langkah cermat membeli rumah seken, agar keputusan yang dibuat tidak disesali di kemudian hari. Simak ini:

  1. Kenali kawasan yang bebas banjir: Jabodetabek adalah wilayah yang rentan terhadap banjir. Hampir 70% wilayah ini memiliki potensi banjir di musim hujan. Nah, rumah-rumah seken adanya di kawasan yang pasti sudah terbentuk dengan rekam jejak yang sudah ada. Jangan tanyakan kepada pemilik rumah yang hendak dijual, atau agen properti yang mendampingi Anda. Tetapi, melipirlah sejenak dan tanyakan kepada tetangga atau orang lain di sekitar itu, apakah kawasan ini pernah dilanda banjir?
  2. Gunakan agen properti yang resmi dan spesialis kawasan itu: Jika Anda membayangkan bahwa mencari rumah, apalagi rumah seken adalah pekerjaan yang mudah, maka sudah dipastikan Anda keliru. Justru mencari rumah seken butuh energi dan ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan rumah baru, tinggal datang ke marketing galerinya, dihantar ke unit contoh, silahkan memilih sendiri. Maka yang penting Anda lakukan adalah kontak segera agen properti yang memang spesialis menangani kawasan itu untuk membantu mencarikan rumah yang dimaksud.
  3. Sediakan waktu khusus untuk meninjau langsung lapangan minimal 2 kali: Dengan menggunakan jasa agen saja, langkah ini harus dilakukan karena jika hanya mengandalkan foto maka akan ada banyak hal yang terlewatkan. Apalagi jika Anda putuskan untuk malakukan canvasing dan mencari sendiri unit rumah yang dirasa sreg. Luangkan waktu Anda di akhir pekan untuk survei, juga jika Anda tidak buru-buru maka perbanyak listing yang sekiranya patut Anda survei. Kombinasikan juga dengan kunjungan di hari kerja untuk mengetahui kondisi ril pada hari kerja.
  4. Amati rumah secara seksama: Jika sudah tiba di lokasi rumah yang dimaksud, maka periksalah secara detail mulai dari kondisi dinding, atap, pintu dan jendela plus dengan engsel-engselnya apakah sudah berkarat. Selanjutnya periksa semua saluran air, stop contact serta sambungan kabel listrik. Intip juga kuda-kuda atapnya apakah sudah ada yang mulai keropos, apalagi beban yang ditopang pun sangat berat.
  5. Cari informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran rumah di situ: Anda cukup bertanya, harga pembukanya berapa yang disampaikan pemilik rumah. Sebaiknya jangan dulu menawar, cukup untuk diketahui sebagai bahan perbandingan, dan segeralah mencari tahu pada orang sekitar rumah untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan harga pasar rumah. Jika menggunakan jasa agen, maka informasi dari agen properti tersebut bisa menjadi salah satu rujukan.
  6. Cek kelengkapan dokumen rumah: Rumah seken belum tentu semua sudah memiliki sertifikat hak milik. Boleh jadi ada yang masih dalam bentuk sertifikat hak guna bangunan. Tetapi ini tidak jadi soal karena HGB pun bankable (dapat dibiayai oleh bank). Kalau rumah tersebut ada di perumahan, maka besar kemungkinan sudah ada IMB (ijin mendirikan bangunan), jika di luar perumahan maka hal ini harus dipastikan ada dan sesuai dengan kondisi bangunan aktual saat itu. Bagaimana pula dengan pajak (PBB), rekening listrik dan air minum serta service charge bagi perumahan?
  7. Ajukan penawaran harga setelah semua dokumen dipastikan ada: Pada bagian ini, seberapa rendah harga yang bisa Anda dapatkan, sangat tergantung pada penawaran. Namun perlu diingat bahwa ada beberapa elemen biaya dalam urusan jual beli rumah. Jangan lupa membicarakan tentang biaya notaris, siapa yang harus menanggung biaya itu. Pastikan juga bahwa pajak penjual dibayar oleh penjual, demikian pula pajak pembeli dibayar oleh Anda.
  8. Valuasi nilai rumah untuk menakar berapa uang muka yang harus Anda siapkan: Kalau pada rumah baru, Anda yang menggunakan pembiayaan dari bank (KPR) tidak perlu repot-repot membuat valuasi atas nilai rumah, tetapi pada rumah seken Anda butuh ini. Pastinya, pada saat akan membiayai, bank akan melakukan penilaian (appraisal) untuk menilai berapa nilai atau harga rumah yang pas untuk rumah tersebut. Namun secara sepihak Anda dapat meminta appraisal sendiri untuk menilai. Untuk ini maka Anda mungkin perlu meminta pemilik rumah untuk membersihkan dan merapihkan rumah terdahulu sebelum appraisal datang. Dari valuasi tersebut, Anda baru bisa memersiapkan berapa besar uang muka yang harus disiapkan.
  9. Pilih bank yang tepat untuk pengajuan KPR Anda: Setelah Anda membayar tanda jadi kepada penjual rumah,pastinya Anda sudah punya bank pilihan yang akan Anda gunakan untuk pembiayaan. Nah, disarankan untuk mengajukan aplikasi pada lebih dari 2 bank agar ada kesempatan buat Anda memilih mana KPR yang paling menguntungkan bagi Anda. Selanjutnya, siapkan dokumen standar yang disyaratkan oleh bank dalam mengajukan KPR dan tunggu hingga bank memutuskan. Anda perlu menyiapkan biaya KPR yang rata-rata mematok 5% dari total pembiayaan yang diberikan oleh bank.
  10. Akad kredit: Jika sudah selesai bank melakukan analisis kredit atas pengajuan KPR Anda, dan keputusannya pembelian rumah Anda layak dibiayai maka tinggal menunggu jadwal Anda dan pasangan (bagi yang sudah menikah) diundang untuk menandatangani akad kredit di depan notaris. Pastikan juga bahwa pada saat akad kredit, total uang muka yang harus Anda bayarkan kepada penjual rumah sudah beres.

Demikian 10 langkah praktis dan komprehensif bagi Anda yang akan membeli rumah seken yang penting Anda ketahui. (HH/Foto: Ist)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.