November 27, 2022
Jalan tol jadi kebutuhan vital pemudik lebaran
Jalan tol jadi kebutuhan vital pemudik lebaran

WARTAPROPERTI.COM | Arus mudik lebaran 2016 sudah mulai terlihat. Kota-kota besar seperti Jakarta akan lengang, namun kepadatan akan berpindah ke ruas jalan menuju ke luar Jakarta. Demikian juga kota lain seperti Surabaya dan Semarang. Apalagi dengan mulai beroperasinya sejumlah ruas tol yang menghubungkan berbagai kota di Pulau Jawa. Termasuk ruas tol Trans-Jawa yakni ruas Bawen-Salatiga yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo, ruas Solo (Kartosura)-Sragen yang merupakan bagian dari Tol Solo-Ngawi, ruas Mojokerto Barat-Mojokerto Utara yang merupakan bagian dari Tol Kertosono-Mojokerto, dan ruas Bangil-Rembang yang merupakan bagian dari Tol Gempol-Pasuruan. Untuk pemudik, 4 ruas tol ini digratiskan selama libur lebaran.

Mengapa ke-4 ruas tol ini digratiskan dari tarif yang seharusnya dibebankan kepada pengguna? Rupanya karena kondisi fisik keempat ruas tol tersebut masih belum sempurna laiknya jalan tol yang sudah diresmikan dan dioperasikan. Sebagaimana diungkapkan Direktur Teknik PT Solo Ngawi Jaya selaku pengelola Tol Solo-Ngawi, Thorry Hendrarto, ruas Solo-Sragen dibuka hanya untuk sementara selama 13 hari pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Saat ini kami fokus pada pelayanan untuk arus mudik dan balik Lebaran. Setelah itu, kami akan melanjutkan dan menyempurnakan pekerjaan fisik untuk kemudian ketika sudah rampung 100 persen akan kami ajukan untuk uji laik fungsi,” jelas Thorry sebagaimana dikutip Kompas.com.

Demikian pula pernyataan Manajer Proyek Tol Semarang-Solo Seksi III Bawen-Salatiga Indriyono Darmawan, kesiapan ruas tol sepanjang 17,57 kilometer ini sudah 98 persen dan diharapkan bisa menjadi alternatif jalur mudik dan balik. Namun, kesiapan tersebut tentunya harus dikeluarkan oleh Tim Penilai yang terdiri dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kepolisian Resor Semarang, Dinas Perhubungan dan Pemerintah Daerah.

“Ruas ini bisa digunakan bila kondisi lalu lintas di jalan utama macet parah. Kalaupun bisa dianggap bissa berfungsi, akan dibuka mulai pukul 06.00-17.00 WIB,” sebut Indriyono.

Demikian halnya dengan ruas Mojokerto Barat-Mojokerto Utara sepanjang 5 kilometer.

“Tim penilai yang akan mengevaluasi. Mereka juga yang menentukan apakah ruas ini laik fungsi atau tidak. Kami hanya menyiapkan kondisi fisiknya saja, termasuk rambu-rambu keselamatan,” tutur Samsul, Kepala Divisi Pelaksana PT Marga Harjaya Infrastruktur. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.