December 3, 2022
Kebijakan Bank Indonesia dinilai masih setengah hati
Kebijakan Bank Indonesia dinilai masih setengah hati

WARTAPROPERTI.COM | Indonesia Property Watch (IPW) mengapresiasi langkah BI dalam pelonggaran kebijakan makroprudensial untuk aturan Loan to Value Ratio (LTV) dan Financing to Value Ratio (FTV). Pelonggaran itu intinya memberikan pembiayaan properti untuk kepemilikan rumah tapak tipe lebih dari 70 meter persegi sebesar 85% dan tipe 21-70 meter 80%. Namun lembaga konsultan dan riset properti ini justru mengusulkan agar uang muka KPR diturunkan jadi 0% saja.

Ali Tranghanda, CEO IPW menilai, kebijakan ini memberikan kesan seolah-olah BI setengah hati memberikan pelonggaran. Dampaknya pun diperkirakan tidak terlalu signifikan. “Pasar perumahan sedang diuji saat ini, pelonggaran yang ada harus dapat benar-benar drastis. Indonesia Property Watch malah mengusulkan uang muka 0%. Bila besaran 0% terkendala aturan perbankan, maka mungkin bisa pelonggaran uang muka menjadi 1% – 5% atau FTV sebesar 95%,” katanya.

Usulan ini bukan tanpa alasan, karena yang jadi masalah konsumen dalam membeli rumah untuk segmen menengah lebih dikarenakan ketidakmampuan menyiapkan uang muka dan cicilan yang tinggi. Karena itu untuk program jangka pendek, BI harus mengeluarkan kebijakan yang drastis sehingga pasar bisa bergerak. Nanti setelah pasar relatif bertumbuh dan tren pasar sudah membaik, barulah BI dapat mengetatkan kembali.

“Bila dapat diberikan kebijakan yang signifikan, maka program ini bersifat jangka pendek sampai pasar membaik, karena jangan sampai kebijakan pelonggaran ini terlambat dan pasar sudah semakin terpuruk sehingga agak berat untuk memulihkannya,” ujar Ali.

Selain aturan ini, perlu ada kebijakan lain yang sejalan dan saling berhubungan untuk dapat mengangkat pasar yang ada saat ini. Salah satunya penurunan suku bunga KPR yang diusahakan harus mencapai sampai satu digit. Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan BI Rate menjadi sebesar 6,5%, namun yang harus dipastikan apakah suku bunga KPR di bank-bank bisa dipercepat juga penurunannya. (FL/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.