December 6, 2022
Dampak Brexit bagi properti di Indonesia sangat minim
Dampak Brexit bagi properti di Indonesia sangat minim

WARTAPROPERTI.COM | British Exit atau Brexit adalah hasil referendum masyarakat Inggris Raya yang memutuskan negaranya keluar dari pakta ekonomi Uni Eropa. Keputusan ini akan memberikan dampak bagi perekonomian dunia, juga Asia Pasifik mengingat London sebagai salah satu kiblat perekonomian dunia. Namun dari berbagai analisis yang berkembang, dapat disimpulkan bahwa minim, dampak Brexit bagi properti Indonesia.

Center for Urban Development Studies (CUDES) menilai, peristiwa bersejarah bagi masyarakat Eropa itu tidak memberikan dampak yang berarti bagi perekonomian Indonesia, khususnya iklim industri properti nasional. Pasalnya, tidak ada korelasi langsung antara pasar properti di Indonesia dengan Eropa, khususnya Inggris, sekalipun sejumlah lembaga konsultan properti asing mengatakan, Asia Tenggara sebagai kawasan yang riskan terkena dampak Brexit.

“Indikator makro kita relatif baik, inflasi yang rendah, nilai tukar yang stabil dan suku bunga pun demikian, sehingga minim dampaknya bagi properti di Indonesia. Meski demikan, kita perlu melihat perkembangan beberapa hari ke depan, akankah ada preasurre atas nilai tukar di pasar uang,” ungkap Ferdinand Lamak, Chairman CUDES di Jakarta, Minggu (26/06/2016).

Hal lain yang disoroti oleh lembaga kajian properti dan perkotaan ini adalah menyangkut kesiapan pemerintah Indonesia. Menurut Lamak, pemerintahan Jokowi cukup tanggap dan siap menghadapi berbagai kemungkinan yang timbul akibat Brexit. Sekalipun nilai ekspor Indonesia ke Inggris hanya 1% dari total ekspor Indonesia, namun dampak bagi negara Eropa lainnya patut dicermati mengingat porsi ekspor Indonesia ke negara Eropa yang lainnya mencapai 11,4% dari total ekspor Indonesia.

Pada tataran mikro, pasar properti Indonesia masih didominasi oleh konsumsi lokal sekalipun dengan adanya aturan yang lebih longgar bagi kepemilikan asing, potensi pasarnya sangat besar. “Nilai penjualan properti Indonesia bagi pembeli asing pun masih sangat kecil dan Eropa bukanlah market utama yang disasar oleh pengembang lokal.”

Lamak menengaskan, pasar properti nasional agar fokus untuk menciptakan atmosfir bisnis yang lebih positif agar optimisme pasar akan rebound pada semester II ini akan terbukti. “Jangan sampai optimisme yang beberapa kali meleset terkait pulihnya pasar properti nasional ini pun terus berlanjut,” ungkapnya mengingatkan. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.