November 29, 2022
Pemilik unit apartemen menuntut hak mereka
Pemilik unit apartemen menuntut hak mereka

WARTAPROPERTI.COM | Tidak semua keputusan membeli properti berbuah manis. Nasib apes juga menimpa pembeli apartemen. Kemarin petang, Minggu (12/06/2016)  109 pemilik unit di Grand Royal Panghegar (GRP) yang berlokasi di Jalan Merdeka Kota Bandung mempertanyakan status aset mereka kepada PT Panghegar Kana Properti (PT PKP).

Sejak membeli apartemen, lima tahun lalu, mereka belum menerima akta jual beli (AJB) dan sertifikat hak milik. Padahal, jika pembayaran unit itu sudah lunas, seharusnya sudah mereka terima.

Dalam pertemuan itu, Raden Dunbar mempertanyakan haknya kepada PT PKP. Ia mengaku membeli lunas unit seharga Rp 1,8 miliar sejak tahun 2010. Sampai saat ini kami belum menerima AJB maupun sertifikat hak miliknya.

Selain keresahan para pemilik karena belum mendapat AJB dan sertifikat, mereka juga mengeluhkan hasil penyewaan kamar dari PT PKP. Sejak pertengahan 2014 mulai tersendat, padahal apartemen yang difungsikan sebagai kondotel itu okupansinya cukup tinggi.

Kegelisahan mereka semakin kuat karena belakangan diketahui ada surat dari Bank Bukopin kepada PT PKP bahwa sertifikat mereka telah digadaikan kepada Bank Bukopin. Namun karena banyak aset milik PKP mengalami kerugian, Bank Bukopin melayangkan surat gugatan PKPU ke Pengadilan Niaga Jakarta karena PT PKP memiliki utang sebesar Rp 147 miliar.

Kuasa hukum para pemilik unit apartemen Singap A Panjaitan mengungkapkan, pihaknya akan menuntut¬† PT PKP maupun Bank Bukopin. Gugatan kepada PKP karena apartemen yang dijadikan jaminan tersebut sudah dibeli dan dibayar lunas oleh pemilik. Sementara kepada Bank Bukopin karena mau menerima aset milik pihak lain sebagai jaminan untuk memberikan pinjaman kepada PT PKP. “PT PKP mengagunkan sertifikat tersebut tanpa izin ratusan pemilik apartemen,” ucapnya.

CEO Panghegar Group Cecep Rukmana mengatakan, saat ini Grup Panghegar tengah melakukan pembenahan dan restrukturisasi perseroan, termasuk melakukan penjadwalan hutang. “Masalah ini bisa selesai dan tidak ada yang dirugikan bila kami diberikan perpanjangan waktu untuk pembayaran hutang,” kata Cecep Rukmana, CEO Panghegar Grup sebagaimana dikutip detikcom.

Menurut Cecep, langkah tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja agar perseroan dapat menyelesaikan kewajiban-kewajibannya kepada seluruh kreditor. “Saat ini sudah ada investor yang akan masuk dan bisa menyelesaikan semua persoalan. Dengan adanya investor semua persoalan tadi akan beres dan tidak ada yang dirugikan,” ucapnya.

Panghegar tengah melakukan restrukturisasi dan pembenahan di berbagai bidang. Cecep yakin Panghegar akan kembali sehat dan berjalan seperti sedia kala. “Jika Panghegar dipailitkan, hak pemilik condotel dan apartemen bakal tidak menentu, semua tergantung kurator”, ujar Cecep.¬† (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.