December 3, 2022
Konferensi pers kenaikan tarif KRL Jabodetabek. (dari kiri ke kanan) Direktur Lalu Lintas Dirjen Kereta Api Kementerian Perhubungan Zulfikri, Direktur Utama PT KCJ M. Fadhil, dan Direktur Operasi PT KCJ Subakir, di Jakarta Railway Center, Juanda, Jakarta Pusat
Konferensi pers kenaikan tarif KRL Jabodetabek. (dari kiri ke kanan) Direktur Lalu Lintas Dirjen Kereta Api Kementerian Perhubungan Zulfikri, Direktur Utama PT KCJ M. Fadhil, dan Direktur Operasi PT KCJ Subakir, di Jakarta Railway Center, Juanda, Jakarta Pusat

WARTAPROPERTI.COM | Direktur Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menjelaskan, mengumumkan kenaikan tarif KRL Jabodetabek mulai 1 Oktober 2016. Tarif operator sebesar Rp 6.250 dan PSO (public service obligation atau subsidi) dari pemerintah Rp 3.250, sehingga 1-25 km pertama, penumpang membayar Rp 3.000, naik dari angka sebelumnya Rp2.000. Ia menyampaikan itu saat konferensi pers di Jakarta Railway Center, Juanda, Jakarta Pusat, kemarin (18/8/2016).

“Sejak tahun 2012, tarif KRL tidak ada peningkatan. Sementara di sisi lain kebutuhan (transportasi) semakin meningkat karena inflasi,” katanya.

Mulai 1 Oktober 2016 tarif KRL Jabodetabek meningkat Rp 1.000. Kenaikan tarif ini merupakan penyesuaian Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik.

“Pada 1-25 km pertama, penumpang harus membayar Rp 3.000. Kemudian pada 10 km berikutnya dan kelipatan, tarif yang dikenakan sebesar Rp 1.000. Hingga 30 September 2016, tarif lama masih berlaku, atau Rp 2.000 untuk 1-25 km pertama dan Rp 1.000 untuk 10 km berikutnya,” ungkap Zulfikri.

Ia menjelaskan latar belakang penyesuaian tarif ini mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat yang semakin meningkat. Kemudian, dia menyebut, pelayanan KRL semakin membaik serta ketersediaan PSO yang menyesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. “Pemerintah juga mengalokasikan dana PSO secara proporsional untuk angkutan kereta api di luar KRL. Seperti kereta api antar kota dan kereta perkotaan,” kata Zulfikri. (HH/Foto: HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published.