December 3, 2022
Petugas sedang membersihkan genangan air di bandara termegah di Indonesia ini
Petugas sedang membersihkan genangan air di bandara termegah di Indonesia ini

WARTAPROPERTI.COM | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tentu masih ingat, betapa dirinya menggadang-gadangkan sejumlah keunggulan Ultimate Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Ketika masih menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II, ia mengklaim kemegahan terminal tersebut yang mengusung konsep moderen dan menerapkan beberapa tekhnologi yang mumpuni. Hingga, akhirnya terminal itu pun diresmikan di tengah sorotan miring sejumlah pihak yang menilai pemerintah terlalu memaksakan peresmian ini.

Terminal yang konon didesign dengan konsep art and culture itu pun akhirnya diresmikan pada 9 Agustus 2016, sebagai salah satu agenda kerja bulan pertama menteri perhubungan yang baru ini. Sayangnya, pemerintah yang terus berusaha merasionalkan alasan pengoperasian dan menyangkal jika keputusan ini sangat dipaksakan, akhirnya harus menerima pil pahit. Benar, pengoperasian terminal ini memang terlampau dipaksakan setelah hujan setengah hari pada hari ini (14/08/2016) telah menimbulkan kebocoran atap dan genangan air di depan pelataran terminal yang seharusnya tidak terjadi untuk sebuah bangunan baru.

Berikut ini beberapa bukti bahwa Ultimate Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta belum layak dioperasikan:

  1. Listrik Padam: Pada hari pertama dioperasikan, PT Angkasa Pura II harus menanggung sorotan dan kecaman akibat matinya listrik di lounge Garuda Ultimate Terminal 3 Bandara Soekarno- Hatta. Plt Direktur Utama PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo menjelaskan, korsleting yang terjadi pada pukul 19.00 WIB, disebabkan karena pemasangan sistem listrik yang tidak sempurna. Pemasangan listrik yang tidak sempurna, namun bandara buru-buru dioperasikan. Akibatnya, penerbangan Garuda sempat mengalami penundaan, bahkan hingga hari berikutnya pun masih ada penerbangan yang mengalami dampak ini.
  2. Finishing yang tidak rapih: Jika Anda tengok secara dekat dan lebih akurat, maka dapat Anda temukan bahwa pembangunan terminal ini dilakukan secara terburu-buru. Pemandangan ini bisa Anda temukan di bagian-bagian sudut pada tiang yang menjulang di sepajang jalur kedatangan Garuda.  Anda juga bisa menemukan onggokan material berupa besi sisa dari finishing yang tidak dirapihkan oleh pengelola.
  3. Penumpang naik bus untuk naik ke pesawat: Sekalipun canggih, namun sejak dioperasikan, masih banyak penerbangan yang melakukan boarding penumpangnya dengan menggunakan bantuan bus. Hal ini membuat pelayanan bagi penumpang turun kwalitasnya.
  4. Pengeras suara dan tempat duduk: Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba menilai Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta yang baru dioperasikan Angkasa Pura II sebenarnya masih belum siap karena  pengelola juga belum menyiapkan fasilitas yang memadai untuk calon penumpang seperti tempat duduk, pengeras suara yang belum terpasang secara baik.
  5. Bandara tergenang air hujan: Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menimbulkan genangan di sejumlah titik di Terminal 3 Ultimate. Genangan air akibat hujan lebat sekitar pukul 16.00 WIB sore itu sudah mulai surut. Meski sempat terganggu, kini aktivitas di bandara perlahan normal kembali.

Head of Corporate Secretary & Legal AP II Agus Haryadi dalam keterangan tertulis yang diterima media ini mengatakan, PT Angkasa Pura II (Persero) memohon maaf kepada masyarakat khususnya penumpang pesawat dan pengunjung bandara atas ketidaknyamanan ini.  “Kami berharap masyarakat selalu memberikan perhatian dan masukan agar Terminal 3 dapat menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai kebanggaan kita bersama,” pungkasnya. (HH/Foto: Detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published.