December 3, 2022
Zaid Mahdani, Presdir Kurnia Land di lokasi proyek Sahid Eminence Ciloto, Jawa Barat
Zaid Mahdani, Presdir Kurnia Land di lokasi proyek Sahid Eminence Ciloto, Jawa Barat

WARTAPROPERTI.COM | Amnesti pajak telah menjadi isu yang dalam beberapa pekan terakhir ini banyak dibicarakan dan disosialisakan kepada publik. Termasuk juga bagi kalangan pengembang properti nasional. Meski optimis, sejumlah pengembang memilih menahan diri untuk melihat bagaimana proses pengampunan pajak ini yang berpotensi mendatangkan aliran uang masuk ke Indonesia hingga ribuan triliun rupiah itu.

“Kita masih menunggu bagaimana peraturan teknisnya mengenai bagaimana dana yang masuk itu bisa dialirkan ke sektor properti. Pilihannya kan banyak, bisa pembelian properti langsung, atau mereka masuk ke pasar modal maupun direct investment ke pelaku yang membutuhkan back-up capital,” ungkap Indra Widjaja Antono, Vice President Director PT Agung Podomoro Land Tbk., kepada medi ini pekan lalu.

Sementara itu, koleganya Alvin Andronicus, VP Marketing APL mengatakan, industri properti menyambut baik kebijakan pemerintah untuk menerapkan pengampunan pajak kepada para wajib pajak. Terlebih lagi jika ini benar-benar dapat penarik kembali dana milik orang Indonesia yang selama ini parkir di luar negeri.

“Ini merupakan kabar yang menggembirakan karena dari sentimen saja, amnesti pajak ini telah menciptakan rasa optimisme tersendiri bagi industri properti yang sejak 2-3 tahun lalu terus mengalami pelambatan,” ungkap Alvin ketika menjadi pembicara dalam seminar tentang amnesti pajak di Balikpapan, akhir pekan lalu.

Baca juga: Ini Lho Dampak Tax Amnesty Bagi Sektor Properti

Sementara itu, Presiden Direktur PT Kurnia Land, Zaid Mahdani mengatakan, dirinya sendiri sudah pernah mendapatkan tawaran dari mitra investor yang ingin menanamkan modanya di sektor properti di Indonesia. Namun, dirinya masih khawatir terhadap kelanjutan kebijakan ini di masa depan.

“Yang dikhawatirkan jika kebijakan ini nanti berubah pada masa rejim berikutnya. Tetapi kenyataan bahwa kebijakan ini disukai oleh para investor karena saya sendiri pun begitu aturan ini diberlakukan, langsung ditelp dari Singapura dan ditawarkan untuk bekerjasama di bidang properti.”

Sebagaimana diketahui, UU Tax Amnesty atau pengampunan pajak kini sedang disosialisasikan oleh pemerintah maupun anggota DPR kepada masyarakat. Dengan pemberlakuan regulasi terbaru ini, para pelaku bisnis properti pun semakin optimis akan mendapatkan imbas positif. Pasalnya, dari 11.000-an triliun uang pengusaha Indonesia yang parkir di luar negeri itu, sektor properti diperkirakan akan mendapatkan proporsi yang signifikan mengingat prospek pertumbuhan nilai investasi di sektor ini masih sangat tinggi. Optimisme sejumlah pihak akan semakin dekatnya Indonesia kepada kebangkitan industri properti nasional pun membuncah. (HH/Foto: FL)

Leave a Reply

Your email address will not be published.