December 3, 2022
Stasiun KRL Maja, kawasan yang banyak memasok rumah bersubsidi
Stasiun KRL Maja, kawasan yang banyak memasok rumah bersubsidi

WARTAPROPERTI.COM | Pernah merasakan bagaimana sulitnya menembus kemacetan kota Jakarta dengan moda transportasi pribadi atau umum lain yang sulit lepas dari jebakan kemacetan? Sebagus-bagusnya hunian yang Anda miliki, namun jika itu terletak di jalur yang senantiasa jadi langganan kemacetan maka waktu Anda pun akan banyak dihabiskan di jalan, bukan di rumah. Itu sebabnya, pilihan moda transportasi kereta rel listrik (KRL) menjadi satu dari sedikit pilihan yang paling rasional untuk menghindari kemacetan itu, tidak peduli berapapun jarak yang harus Anda tempuh. Dan, pengembang properti pun serta-merta menangkap kebutuhan ini dengan menghadirkan rumah-rumah bersubsidi seharga Rp100 jutaan yang dekat dengan stasiun KRL.

“Faktanya pengembangan yang menyasar lokasi dekat stasiun tidak hanya rumah bersubsidi. Kelas real estate pun menggunakan stasiun KRL dan akses tol serta sekarang ini LRT ya, sebagai sebuah magnet bagi konsumen. Tetapi bagi kalangan kelas menengah dan menengah bawah, mereka punya pilihan yang lebih terbuka dan win-win. Dengan keterbatasan daya beli, mereka tetap bisa memiliki rumah yang bisa dihuni karena ada kelebihan yang nyelip di sana, yakni moda transportasi KRL,” ungkap Ferdinand Lamak, Chairman Center for Urban Development Studies (CUDES) di Jakarta, hari ini (16/08/2016).

Dalam observasi lapangan yang dilakukan CUDES di sejumlah stasiun KRL dengan radius di atas 30 kilometer dari Jakarta Pusat baru-baru ini, tersingkap bahwa persebaran rumah bersubsidi dengan populasi paling tinggi berada di titik-titik stasiun KRL yang berjarak 50 km dari Jakarta. Di sejumlah stasiun tersebut, tersedia banyak pilihan rumah bersubsidi maupun non subsidi namun masih terjangkau daya beli kalangan menengah, dengan kisaran rumah maksimal seharga Rp200-an juta.

“Stasiun Bekasi masih mencatat pasokan terbanyak karena coverage stasiun ini menjangkau hingga Tambun, Cikarang bahkan hingga Karawang. Berikutnya adalah stasiun Cilebut, disusul Bojong Gede baru kemudian Parung Panjang dan Tigaraksa. Dilihat sepintas, yang mendominasi adalah stasiun KRL yang terletak di wilayah Propinsi Jawa Barat, sehingga ini sejalan dengan pencapaian pasokan rumah bersubsidi tahun 2015 dimana propinsi ini jawaranya dengan angka 28.400-an unit rumah bersubsidi yang dipasoknya,” ungkap Lamak.

CUDES memerkirakan, ke depannya pertumbuhan rumah bersubsidi ini akan terus menjauh dari Jakarta. Dari Cikarang, kini sudah merambah Karawang dan bukan tidak mungkin akan memasuki kawasan Cikampek. Sekalipun rencana ekspansi jaringan KRL masih sebatas Cikarang namun setidaknya sedikit mendekati kantong-kantong rumah bersubsidi ini.

“Sementara kawasan Bogor, khususnya wilayah Kabupaten Bogor, perkembangannya akan melebar ke arah selatan dan ini mulai keluar dari koridor KRL Jakarta-Bogor. Potensi lahan yang masih visibel untuk memasok rumah subsidi adalah di kawasan Kemang, Ciseeng dan Cibetung. Juga jangan lupakan kawasan perbatasan Jabar-Banten yakni Maja, Tenjo hingga masuk ke wilayah Banten dari Tigaraksa hingga Rangkasbitung, ” ungkap Lamak. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.