December 6, 2022

The Jayakarta Suite Komodo, Hotel Bintang Lima di Labuan Bajo

The Jayakarta Suite Komodo, Hotel Bintang Lima di Labuan Bajo
The Jayakarta Suite Komodo, Hotel Bintang Lima di Labuan Bajo, jadi destinasi wisatawan lanjutan dari Bali

WARTAPROPERTI.COM | Sebuah artikel yang ditulis oleh Jon Aglie di portal berita ternama Australia, news.com.au diberi judul, “Forget Bali, what’s next door is way better.” Di dalam artikel ini, penulis memberikan sebuah gambaran bahwa ada sebuah tempat yang jauh dari hiruk pikuk seperti Bali dan dibutuhkan hanya 90 menit untuk sampai ke sini. Tempat ini kata dia, menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin mencari suasana yang berbeda untuk mengisi liburan mereka.

Di luar Labuan Bajo, pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo, Anda akan beruntung karena menemukan pantai sepi berpasir putih serta penduduk yang ramah, danau vulkanik dengan hamparan tiga warna berbeda yang nyata di depan mata hingga matahari terbenam yang indah,” tulis Aglie.

Aglie mengaku mulai menguliti Flores dari bagian paling timur yakni Kota Larantuka di Flores Timur. Ia menghabiskan waktu hingga dua minggu melintasi pulau dari timur ke barat. “Saya pertama kali tiba di Larantuka, sebuah kota pelabuhan kecil yang melihat sangat sedikit wisatawannya. Berjalan menyusuri jalan utama kota ini, saya merasa seperti berada di arena sirkus, orang-orang kota itu menghentikan saya di jalan, berteriak menyapa saya dari halaman rumah mereka dan memanggil saya dari dalam mobil mereka. Ya, mereka hanya ingin berbicara dengan turis dan meminta foto bersama mereka.”

Perjalanan ia lanjutkan ke kota berikutnya dan ia berhenti sejenak di sebuah hamparan pantai yang sepi dekat Maumere. Matahari terbenam dan menyajikan pemandangan yang dia sebut sebagai sesuatu yang spektakuler. Penulis mengungkapkan perasaan romantisnya dengan mengatakan, “Rasanya seperti aku adalah satu-satunya di sekitar tempat itu untuk melihat keindahannya.”

Kelimutu, letaknya kira-kira di tengah Flores, adalah tempat yang populer bagi wisatawan. Tiga danau kawah berwarna-warni (biru, hijau dan hitam) gunung berapi mistis ini menyajikan pesona terbaik jika dilihat saat matahari terbit atau terbenam. Tempat ini jauh berbeda dengan Gunung Batur di Bali yang penuh sesak dengan orang-orang yang berdesakan. Moni, kota wisata kecil di bawah gunung berapi, adalah tempat yang santai untuk  bertemu wisatawan lain. Di sini tersedia penginapan dan beberapa hotel. Sedari lama, penduduk di sini menyewakan kamar rumah mereka sebagai homestay untuk para turis.

Labuan Bajo adalah sebuah kota yang menjadi pintu masuk pariwisata untuk menyibak berbagai pesona alam dan budaya sepanjang pulau nan indah ini. Penulis mengatakan, kota ini mutlak harus dikunjungi karena Anda tidak akan mengabaikan tawaran untuk berkunjung ke Taman Nasional Komodo. “Aku pergi dengan perahu ke taman itu pada satu malam dan saya melihat banyak komodo di Pulau Rinca. Pemandu memberitahu pasti akan memberitahu Anda untuk menjaga jarak, tetapi pasti tidak semua orang akan mendengarkan.”

Lonjakan harga lahan

Perkembangan pariwisata di Flores beserta seabrek potensinya yang belum digarap maksimal sebagaimana dilukiskan di atas, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembang properti sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Direktur Kurnia Land, Zaid Mahdani kepada media ini di JCC, Jakarta, akhir pekan lalu. Menurut dia, Flores khususnya Labuan Bajo saat ini menjadi incaran banyak investor khususnya yang bermain di sektor parwisata dan properti.

“Apalagi sekarang Lombok sudah dirambah habis sama para investor terutama dari luar negeri. Berikutnya adalah Flores karena alam di sana dari ujung-ke ujung itu gak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Budayanya, orang-orangnya dan karakteristik destinasi seperti ini yang sekarang dicari oleh wisatawan asing.”

Zaid bilang harga tanah di Labuan Bajo saat ini sudah menyentuh angka Rp5 juta per meter persegi. Itu pun pembeli harus berhati-hati. Verifikasi surat-surat tanah harus dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi mengingat banyak kasus dimana satu lahan memiliki dokumen legal yang lebih dari tiga.odus yang dipraktikan investor-investor tanggung dari luar negeri untuk menguasai lahan di Bali dan Lombok pun mulai menjadi trend di Labuan Bajo. Asing datang dan menikah dengan perempuan lokal untuk menguasai tanah di sana. Konon, negara-negara penyumbang penguasaan tanah di Labuan Bajo, antara lain Malaysia, Singapura, Amerika Serikat dan Australia.

Indikator Flores akan mengalami lonjakan harga lahan pun dapat dilihat dari kehadiran kampiun properti nasional yakni Grup Lippo di pulau ini. Di Labuan Bajo mereka sudah membuka rumah sakit Siloam. Gerak terjang mereka akan menyasar kota-kota berikutnya ke arah timur. Maka, setelah Lippo kita tinggal menunggu, siapa lagi pengembang properti kelas kakap yang akan masuk ke Flores. (HH/Foto: News.com.au)

Leave a Reply

Your email address will not be published.