November 29, 2022
Manajemen APL dari kiri Alvin Andronicus, Assistant VP Marketing APL, Indra W. Antono, Vice President Director APL, Paul Christian Aryanto, Operatin Director APL dan Lukas, Partner APL.
Manajemen Borneo Bay City (APL) dari kiri Alvin Andronicus, Assistant VP Marketing APL, Indra W. Antono, Vice President Director APL, Paul Christian Aryanto, Operatin Director APL dan Lukas, Partner APL.

WARTAPROPERTI.COM | Kota sekelas Balikpapan yang menjadi kota nomor dua di Kalimantan Timur menyimpan potensi pasar yang luar biasa. Perekonomian kota ini bertumpu pada sektor industri yang didominasi oleh industri minyak dan gas, perdagangan dan jasa. Indikator kesejahteraan masyarakat Balikpapan juga menunjukkan kemajuan yang  berarti dimana pada 2014 saja, pendapatan per kapita jika dihitung tanpa migas mencapai Rp 43,68 juta. Juga dengan tingkat pengangguran terbuka, terjadi penurunan dari 12,14 persen pada 2011 menjadi 7,56 persen pada 2014 dan angka ini tampaknya terus turun pada 2016 ini. Dengan berbagai indikator ini maka sudah saatnya Balikpapan memiliki sebuah ikon baru dan ikon itu adalah Borneo Bay City, sebuah superblok yang terletak di jantung kota itu.

“Balikpapan juga pernah dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal karena itu dapat dikatakan bahwa daya beli masyarakat di sini sangat tinggi. Maka sudah saatnya Balikpapan memiliki sebuah ikon yang tersedia lengkap dengan berbagai fasilitas baik itu hunian, belanja baik yang ritel, grosiran serta yang branded, juga natural park yang menyedian hiburan untuk warga kota ini,” ungkap Alvin Andronicus, Assistant VP Marketing PT Agung Podomoro Land, Tbk. (APL) kepada media ini akhir pekan lalu di Balikpapan.

Berada di dalam kawasan Borneo Bay City, Anda pasti akan merasa seperti sedang berada di Jakarta. Pasalnya, keberadaan tempat ini yang dibangun dengan standar Jakarta. Bagi mereka yang ingin kongkow sembari menikmati kopi, di sini tersedia sejumlah merek coffeeshop ternama seperti Starbucks, The Coffee Bean, Excelso serta beberapa merek ternama seperti Breadtalk dan Farmers Market. “Ini yang ada di fashion mall, sementara yang sekarang sedang dibangun dan tinggal finishing adalah branded mall. Tentu saja tenant-tenant yang akan hadir di branded mall ini nantinya adalah yang lebih tinggi kelasnya,” ungkap Alvin lagi.

Keberadaan Borneo Bay City yang demikian lengkap dan tersedia untuk berbagai level masyarakat Balikpapan inilah yang membuat penjualan APL untuk proyek ini tidak terganggu oleh trend makro properti nasional yang sedang melambat. Tercatat, dari 1.220 unit apartemen yang tersedia di 7 tower apartemen (Borneo Bay Residence) yang ada di dalam kawasan ini, saat ini tinggal 400 unit apartemen yang tersisa. Yang lebih mencengangkan lagi adalah, peningkatan harga jual yang pada 3 tahun lalu masih di angka Rp15 juta per meter persegi, namun kini sudah menyentuh angka Rp28 juta per meter persegi.

“Kenaikan ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat Balikpapan cukup tinggi karena mayoritas pembeli properti kita ini adalah orang-orang yang memiliki kepentingan dengan kota ini. Itu sebabnya, kita sangat menyarankan agar masyarakat menjadikan Borneo Bay Residence sebagai instrumen investasi mereka karena ke depannya, permintaan hunian berkelas yang integrated dengan berbagai fasilitas di dalamnya, akan sangat tinggi,” papar Alvin. (FL/Foto: FL)

Leave a Reply

Your email address will not be published.