November 27, 2022
Ali Tranghanda, Indonesia Property Watch
Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch

WARTAPROPERTI.COM | Dorongan kepada pemerintah untuk memberikan kelonggaran penuh kepada konsumen properti untuk memilik rumah dengan pembiayaan perbankan melalui DP KPR 0% terus bergulir. Indonesia Property Watch (IPW) kembali mengimbau Bank Indonesia untuk merealisasikan hal ini jika ingin iklim properti bergairah kembali. Mereka juga menangkal prediksi sejumlah pihak yang khawatir jika kebijakan ini diberlakukan, akan melonjakan non performing loan (NPL) perbankan atau tingkat kredit macet.

“Nah, sebenarnya masalah kredit macet jangan langsung dilihat sebagai dampak jika DP 0%. Bahkan tanpa DP 0% pun kredit macet sudah terjadi. Yang harus Bank Indonesia lakukan adalah memberikan pelonggaran lebih untuk pasar properti saat ini. Membeli rumah seharga Rp 200 juta dengan DP 15% atau sebesar Rp 30 juta, maka cicilan diperkirakan sebesar Rp 1,9 jutaan untuk periode kredit 15 tahun. Bila uang muka menjadi 0%, maka cicilan hanya bertambah menjadi Rp 2,27 juta per bulan,” ungkap Ali Tranghanda, CEO IPW di Jakarta, kemarin (04/08/2016).

Baca juga: IPW Usulkan Uang Muka KPR 0%

Ini berarti, meskipun ada kenaikan tingkat kredit macet, namun relatif tidak terlalu memberatkan konsumen. Dan pastinya konsumen khususnya pemilik rumah pertama akan mati-matian mengusahakan uang untuk cicilan rumah tersebut. Selain itu dia tidak perlu untuk mengumpulkan uang sebesar Rp 30 juta dulu untuk membayar uang muka. Jadi di sisi mana kekhawatiran kredit macetnya?”

“Dengan DP 0% pun dipastikan permintaan pasar perumahan akan meningkat signifikan. Selain itu dengan dihilangkannya larangan KPR inden untuk rumah kedua, maka cashflow pengembang lebih leluasa untuk dapat memasok rumah kepada konsumen. Jika permintaan banyak tapi tidak ada pasokan rumah pun tentunya akan menjadi masalah,” imbuh Tranghanda.

Sebelumnya, IPW menilai bahwa dampak pelonggaran kebijakan LTV dengan menurunkan besaran uang muka sampai 15% dari sebelumnya 20% masih belum memberikan dampak signifikan bagi pasar properti. Pasar perumahan masih mengalami tekanan dengan penurunan penjualan di Q2-2016 sebesar -13,3%. Pasar dinilai belum bergerak meskipun BI Rate sudah dipangkas sampai 6,5%. Indonesia Property Watch masih berharap usulannya mengenai DP 0% untuk pembelian rumah segera direalisasikan oleh Bank Indonesia. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.