December 3, 2022
Posisi rumah tusuk sate di dalam perumahan
Posisi rumah tusuk sate di dalam perumahan

WARTAPROPERTI.COM | Mitos mengenai kesialan yang ditimbulkan oleh posisi atau letak rumah tegak lurus dengan hamparan jalan di depannya, atau sering dikenal dengan rumah tusuk sate, menjadi adu opini tak berujung. Kendati pemikiran rasional berusaha menjauhkan kepercayaan yang berlebihan terhadap mitos ini, namun masih banyak orang yang meyakini bahwa posisi rumah seperti ini tidak direkomedasikan untuk dibeli atau dimiliki. Namun, Feng Shui melihatnya dalam dua sisi yang seimbang sebagaimana dikutip dalam buku, ‘Membongkar Mitos Feng Shui.’

Pakar Feng Shui Xiang Yi mengatakan,  tusuk sate adalah jalan dengan arus yang mengarah dan berhenti di depan bangunan. Aliran itu bisa berupa kendaraan yang melaju di atas jalan, orang yang sedang berjalan, atau air yang mengalir di sungai. Dengan begitu, kekuatan tusuk sate bukan hanya berasal dari jalan raya, tapi juga sungai.

“Perlu dipahami, energi yang datang atau pergi secara lurus memang cenderung tidak baik. Itu sebabnya arus tusuk sate disebut aliran tanpa perasaan atau wuqing,” tulis Xiang Yi dalam bukunya itu.

Menurut dia, bentuk jalan tusuk sate pun ada macam-macam, mulai dari yang paling sederhana seperti huruf I, T, atau V sampai yang rumit seperti huruf W atau X. Makin ruwet bentuknya, makin banyak masalah yang ditimbulkan, apalagi bila arus yang mengalir sangat deras.

Cara paling efektif untuk mengatasi gangguan tusuk sate, kata Xiang Yi adalah membangun tembok penghalang di antara jalan yang menusuk dan rumah. Tembok seperti itu disebut zhaobi, fungsinya sama seperti pagar. Bedanya jika pagar memiliki lubang di sana-sini, tembok zhaobi sangat solid. Padatnya dinding membuat pemandangan di depan rumah tertutup rapat. Dengan begitu gangguan yang timbul karena bentuk tusukan, pemandangan aliran air deras yang lurus menusuk, sudut atap atau tembok rumah tetangga yang runcing, sapuan sinar lampu kendaraan, debu dan asap kendaraan, dapat teratasi untuk sementara waktu.

Arus yang kuat adalah akselerator yang baik. Alirannya dapat menggerakkan energi baik maupun buruk yang ada di suatu lingkungan. Karenanya dalam kondisi tertentu, arus yang lurus menusuk seperti tusuk sate dapat dimanfaatkan untuk memacu kekuatan energi, yang berguna bagi penghuni rumah. Para ahli feng shui kuno menyebut keadaan itu dengan istilah “mustika tak ternilai yang teraktifkan”.

Xiang Yi menjelaskan, hubungan energi di dalam rumah tusuk sate juga berpaku pada interaksi lima elemen. Akan sangat bagus bila unsur-unsur yang bertemu saling mendukung atau menghidupkan. Sebagai contoh, energi dari jalan pendek yang menusuk ke sebuah rumah, adalah kayu. Sedangkan lokasi pintu utama rumah yang tertusuk berada pada posisi bintang delapan yang berenergi di rumah tusuk sate tersebut bentrok. Hal itu pasti akan berpengaruh pada penghuni rumah.

“Tetapi pada tahun 2004 hingga 2008, jalan menusuk itu malah berpengaruh baik bagi seisi rumah. Pasalnya, dalam masa beberapa tahun tersebut, elemen hetu adalah api, sehingga reaksi yang terjadi bukan kayu merusak tanah, tapi kayu menghidupkan api, lalu api menghidupkan energi tanah yang ada di pintu utama. Keadaan itu menjadikan qi baik yang terbawa masuk ke dalam rumah sangat kuat,” paparnya.

Sementara itu di dunia properti, sambungnya, para pengembang sering memperebutkan lahan-lahan di lokasi strategis untuk membangun pertokoan atau perkantoran. Lokasi seperti itu biasanya berada di dekat perempatan atau mulut jalan, titik tertentu, lahan pasti akan berhadapan dengan jalan tusuk sate. Tetapi bangunan di posisi yang mudah tertangkap mata malah laku dan bernilai jual tinggi. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.