November 27, 2022

KPR Sejahtera SMF untuk masyarakat berpenghasilan di atas Rp4 juta per bulan

WARTAPROPERTI.COM | Hingga saat ini, kesulitan dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah bahkan masyarakat miskin untuk mengakses pembiayaan formal masih belum terpecahkan. Meskipun berbagai skema pembiayaan bersubsidi sudah disediakan pemerintah. Untuk menambah kanal penyaluran pembiayaan, perusahaan milik pemerintah, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyiapkan produk baru yang bernama Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera SMF.

Produk ini akan dipasarkan melalui lembaga pembiayaan, sebagai penyalur dari SMF. Produk KPR Sejahtera SMF ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan KPR yang ada di industri properti Indonesia saat ini. “Kami coba tahun depan akan lansir, terutama targetnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah,” ujar Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo di Hotel Ibis, Semarang, akhir pekan lalu.

Untuk menyalurkan produk pembiayaan KPR Sejahtera SMF ini, perusahaan bekerjasama dengan perusahaan pembiayaan melalui wadah Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Dari kerja sama tersebut, SMF dan APPI akan melihat perusahaan pembiayaan atau multifinance yang cocok.

Untuk dapat penyaluran, syarat pertama multifinance ini haruslah memenuhi prosedur operasional standar dan produk SMF. “Kamu juga lihat correcting system-nya kuat apa ngga, modalnya berapa, pemiliknya siapa sih. Kita juga inginnya multifinance yang bereputasi,” tutur Ananta.

Sesungguhnya, produk KPR Sejahtera SMF ini memiliki sasaran yang sama dengan produk Fasilitas Likwiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disediakan pemerintah. Produk ini menyasar segmen atau kelompok MBR, terutama yang tidak dapat dilayani oleh program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

FLPP sendiri hanya menyasar pekerja dengan penghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan. Sementara KPR Sejahtera SMF menyasar pekerja dengan gaji sedikit lebih tinggi dari Rp 4 juta. Selain MBR, produk ini juga menyasar MBM atau masyarakat berpenghasilan menengah. “Ada segmen yang belum terlayani oleh bank, atau unbankable tapi feasible, baik itu formal dan informal. Harapannya segmen bisa disasar kelompok-kelompok multifinance,” tandas Ananta. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.