November 29, 2022

Tugu Pahlawan, ikon Kota Surabaya, Jawa Timur

WARTAPROPERTI.COM | Keterbatasan anggaran pemerintah untuk melakukan sertifikasi lahan dapat ditutupi dengan bantuan anggaran corporate social responsibility (CSR) dari pengembang properti. Sembilan perusahaan pengembang papan atas nasional, telah menyatakan siap membantu pemerintah khususnya Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk melakukan sertifikasi tanah di Surabaya.

Sebagaimana rilis resmi dari kementerian bersangkutan yang diterima media ini kemarin, disebutkan bahwa kesembilan pengembang itu adalah Ciputra Group, Pakuwon Group, PT Bhakti Tamara, Podojoyo Masyhur Group, PT Dian Permana, PT Trijaya Kartika, Lamicitra Nusantara Tbk, PT Gala Bumi Perkasa, dan Maspion Group. Pengembang-pengembang ini adalah perusahan properti yang selama ini beroperasi di Surabaya.

Tidak dijelaskan dengan rinci, berapa banyak kebutuhan anggaran untuk melakukan sertifikasi 6.500 bidang lahan di Surabaya, serta berapa alokasi anggaran CSR dari masing-masing grup pengembang tersebut. Bantuan ini disambut baik Kementerian ATR/BPN yang terkendala anggaran untuk salah satu program prioritasnya tersebut.

“Ada program Kementerian yang dibiayai oleh APBN, namun tidak banyak. Maksimal 1 juta bidang tiap tahun. Maka dari itu selama 71 tahun merdeka, kita baru bisa mensertifikatkan 45 juta bidang,” kata Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Selasa (27/09/2016).

Menurut Sofyan, pemerintah menetapkan mekanisme tersendiri untuk menentukan siapa-siapa saja warga masyarakat yang akan diprioritaskan mendapatkan bantuan sertifikasi lahan ini, Menurut dia, bantuan ini akan diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu serta pemilik Kartu Indonesia Sejahtera (KIS).

Sertifikasi tanah dilakukan agar lahan tersebut punya kepastian hukum dan bisa menjadi jaminan ke bank untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal usaha. Sertifikat tanah juga dapat menghindari konflik pertanahandan memberikan kepastian dalam berinvestasi. “Sampai akhir pemerintahan nanti targetnya 23,21 juta bidang tanah bisa bersertifikat,” tutup Sofyan. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.