December 6, 2022

Siam Cement Group, siap menguasai pasar Indonesia

WARTAPROPERTI.COM | Sejak setahun silam, pemerintahan Presiden Joko Widodo mencanangkan pembangunan properti dan infrastruktur skala besar. Dampaknya, kebutuhan akan material seperti semen pun melonjak tinggi. Permintaan semen di dalam negeri terbanyak berasal dari sektor properti, yang porsinya mencapai hingga 75 persen. Sementara proyek infrastruktur berkontribusi sekitar 30 persen dari total kebutuhan. Meski tengah terlanda perlambatan, sektor properti, boleh dikata, masih tetap doyan menyerap semen.

Kementerian Perindustrian menghitung, ada 13 industri semen di Indonesia. Sementara, tantangan paling besar menunjukkan bahwa konsumsi semen terbesar di Indonesia masih terpusat di Jawa. Produksi semen pun belum menyebar. Padahal, jika produksi menyebar, hal itu akan memudahkan distribusi dan mempermurah harga.

Salah satu pemain semen yang kian berkibar di Indonesia adalah Siam Cement Group. Sejak 2013, menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), SCG setidaknya mengakuisisi tiga perusahaan terbuka yang punya kaitan erat dengan penguasaan sektor tersebut. Ketiganya adalah Kokoh Inti Arebama, Keramika Indonesia Asosiasi (KIA), dan Chandra Asri Petrochemical (CAP). Secara berurutan, Kokoh Inti Arebama bergerak dalam distribusi bahan bangunan, KIA adalah produsen keramik, dan CAP giat dalam menghasilkan bahan kimia.

Langkah SCG ini tentu saja tidak bisa dipandang remeh. Beroperasi di Indonesia sejak 1995, SCG yang berbasis utama di Thailand sudah memiliki 23 perusahaan di Indonesia. Seluruh perusahaan itu bergerak dengan pondasi tiga pilar bisnis utama yakni semen-bahan bangunan, kimia dan kemasan. Saat ini SCG memiliki lebih dari 7.100 karyawan di Indonesia. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.