December 3, 2022

WARTAPROPERTI.COM | Sejumlah unsur pemerintah yakni Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam rapatĀ  di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/9/2016), akhirnya memutuskan secara bulat bahwa proses reklamasi itu dilanjutkan. Keputusan ini pun konon sudah direstui Presiden Jokowi, hanya belum dieksekusi.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak melanjutkan reklamasi di Pantai Utara Jakarta (Teluk Jakarta),” kata Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Luhut, keputusan untuk melanjutkan kembali di Teluk Jakarta telah melewati kajian yang melibatkan tujuh lembaga negara, mulai dari Kementerian LHK, BPPT, Kementerian KP, Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum dan HAM, Pemprov DKI serta PLN. “Malam ini dan besok kami akan membuat press release mengenai semua itu,” ujar Luhut.

Selain dengan tujuh lembaga tersebut, Luhut menyatakan PresidenĀ  Joko Widodo juga telah menyetujui dilanjutkannya kembali di Teluk Jakarta. Menurut Luhut, Presiden Jokowi menekankan agar kepentingan nelayan diprioritaskan. “Jangan sampai ada yang membelok-belokan nelayan akan menjadi korban,” ujar Luhut.

Pada Juni lalu, Menko Maritim yang saat itu masih dijabat menyatakan kegiatan reklamasi di Teluk Jakarta dihentikan secara permanen. Saat itu, dinyatakan bahwa alasan penghentian karena adanya pelanggaran berat, seperti pembangunan di atas kabel PLN, serta mengganggu lalu lintas kapal.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama menyebut penghentian dilakukan tanpa adanya keputusan tertulis. Selain itu, Basuki menilai seorang menteri tidak berwenang mengeluarkan keputusan dalam proyek. Karena ia menganggap wewenang itu harus langsung dari presiden. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.