December 3, 2022

Grand Metropolitan, mal premium milik Metland di Bekasi Barat

WARTAPROPERTI.COM | PT Metropolitan Land Tbk  terus melakukan penjajakan dengan investor asing untuk mengembangkan proyek-proyeknya di Indonesia. Pengembang yang mulanya banyak menggarap segmen menengah ini, kini mulai merambah segmen atas dengan mengembangkan proyek Metland Cyber City. Setelah Ascendas Group (Ascendas) yang digandeng untuk mengembangkan proyek mixed-use seluas 9.7 hektar dengan nilai investasi sebesar 300 juta dollar Singapura, akhir tahun ini akan masuk lagi investor baru.

“Sudah 80% kepastian soal investor baru ini tetapi saya belum bisa menyebutkan untuk proyek yang mana dan berapa nilai investasinya. Tetapi mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini sudah bisa kita umumkan,” ungkap Wahyu Sulistyo, Direktur PT Metropolitan Land, Tbk., kepada media ini beberapa hari lalu di kantornya, M-Gold Tower, Bekasi Barat.

Menurut Wahyu, minat investor asing untuk masuk ke sektor industri dalam negeri masih sangat tinggi. Namun mereka sangat selektif menggandeng mitra lokal untuk bekerjasama. Butuh kepercayaan yang tinggi untuk bermitra.

“Butuh pembenahan dari perusahaan lokal jika ingin dilirik oleh mitra investor asing. Mulai dari manajemennya, termasuk aspek perpajakan, ya tax amnesty itu,” ungkap dia.

Kesuksesan Metland menggandeng investor asing ini, adalah bukti bahwa perusahaan ini dipercaya. Apalagi jika akhir tahun nanti, masuk lagi satu investor baru yang belum diketahui berasal dari mana.

Berkaitan dengan proyek-proyek di bawah bendera Metland, Wahyu mengungkapkan dari semua proyak yang dimiliki, ada beberapa yang sudah memasuki ketersediaan lahan yang terbatas. Dalam perhitungannya, mungkin lima tahun lagi landbank-nya terbangun habis.

“Seperti Metland Tambun, lahannya sudah sangat terbatas. Paling sekitar 5 tahun lagi sudah habis. Sehingga sekarang kita sedang berpikir untuk mengembangkan ke atas dengan membangun apartemen di Metland Tambun. Ini merupakan cara kita untuk memaksimalkan pengembangan, sambil kita juga melihat bahwa tingkat kebutuhan akan apartemen di wilayah ini juga sudah cukup tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu proyek yang memiliki ketersediaan lahan yang masih luas adalah Metland Cibitung. Di kawasan ini, landbank yang dimiliki pengembang ini mencapai 400 hektar dengan pembangunan tahap 1 baru menghabiskan sekira 100-an hektar.

“Dengan sudah dilakukan ground breaking Stasiun Telaga Murni Cikarang, kita harapkan tahun depan sudah beroperasi dan di Metland Cibitung kita sudah mulai mengembangkan komersial. Populiasi penghuni di segmen menengah sudah memungkinkan untuk kita bangun mal di sini, makanya sekarang kita sedang siapkan rencana ini,” papar Wahyu lagi. (FL/Foto: FL)

Leave a Reply

Your email address will not be published.