December 3, 2022

Rumah wisata atau homestay akan dibangun di 10 destinasi wisata di Indonesia

WARTAPROPERTI.COM | Untuk meningkatkan wisatawan domestik dan mancanegara, rumah wisata atau homestay memiliki peran yang penting. Setelah menetapkan 10 destinasi wisata prioritas, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga menargetkan pembangunan homestay sebanyak 100.000 unit sampai 2019. Untuk memiliki unit homestay ini, masyarakat dapat menggunakan fasilitas pembiayaan dari pemerintah yang ada.

“Dengan arsitektur yang bagus akan bermanfaat, terutama untuk masyarakat. Apalagi rumah ini akan dimiliki masyarakat, tetapi dikelola profesional,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (25/10/2016) malam.

Ia mengatakan, masyarakat yang memiliki atau mengelola homestay akan diajarkan bagaimana pelayanan standar untuk wisatawan. Untuk semakin menarik pengunjung, desain homestay juga disesuaikan dengan arsitektur dan budaya lokal. Arief mencontohkan, untuk destinasi Borobudur di Jawa Tengah, desain homestay akan menerapkan unsur-unsur yang diambil dari candi tersebut.

“Dalam hal ini rumah wisatanya harmoni dengan wisatanya itu sendiri,” sebut Arief.

Homestay dapat dibeli dengan FLPP

Karena diperuntukkan bagi warga lokal, rumah wisata ini bisa dibeli secara mengangsur dengan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Skemanya itu uang muka 1 persen, tenor 20 tahun dan cicilan Rp 800.000 per bulan,” ujar Arief Yahya.

Menurut Arief, program pembangunan rumah wisata ini sangat penting. Jika dibangun secara massal, akan lebih cepat tersedia amenitas di destinasi wisata. Berdasarkan pengalaman di tiap-tiap daerah, satu hotel besar baru akan terbangun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Itu pun hanya mampu menyediakan 100 kamar untuk satu hotel. Sementara kebutuhan di Indonesia 100.000 kamar sampai 2019.

“Ditambah, operator hotel ini selektif memilih daerah, apalagi di kota-kota kecil, keberadaan hotel akan sangat lama. Dengan terobosan (program rumah wisata) ini, akan sangat cepat mendorong industri pariwisata,” jelas Arief.

Sebagai upaya mendesain rumah wisata dengan arsitektur lokal untuk menarik pengunjung, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara 2016 bagi para arsitek.

Hasilnya, Kemenpar menetapkan 30 desain yang akan diterapkan di 10 destinasi prioritas, yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.