December 6, 2022

Grand Taruma Karawang, proyek Agung Podomoro pertama di timur Jakarta

WARTAPROPERTI.COM | Pernahkah Anda membayangkan, harga lahan di Karawang, Jawa Barat bisa menembus Rp30 juta per meter persegi? Tentu banyak pihak yang tercengang dengan informasi ini. Pasalnya, di Cikarang tepatnya di kawasan Orange County Cikarang saja, harga tertinggi per meter persegi masih dipatok pada angka Rp20 jutaan. Padahal, Orange County memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kawasan lain di poros Cikarang hingga Cikampek.

Informasi tentang harga lahan setinggi itu datang dari PT Agung Podomoro Land Tbk., pengembang yang memiliki dua proyek di Karawang dan akan menghadirkan proyek ketiganya dalam waktu dekat. Assistant Vice President Strategic Marketing APLN Agung Wirajaya di Jakarta pekan lalu mengatakan, harga lahan tersebut berada di dalam kawasan proyek ketiga mereka yakni Taruma City.

“Taruma City merupakan kawasan bisnis terpadu di pusat Kota Karawang seluas 5,5 hektar yang terdiri dari ruko, apartemen, dan rumah tapak serta bakal menjadi Sudirman-nya Karawang,” ucap Agung Wirajaya.

Menurut Agung, pihaknya merencanakan untuk melakukan peluncuran proyek ini, pada akhir tahun 2016 dengan properti pertama yang dijual adalah ruko. Dipilihnya ruko sebagai obyek peluncuran pertama Taruma City karena berdasarkan hasil uji pasar, kebutuhan ruko di lokasi tersebut sangat tinggi. Terlebih ada pengembangan infrastruktur masa depan seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung semakin memperkuat kebutuhan tersebut.

“Adanya infrastruktur seperti pelabuhan peti kemas, bandara, dan kereta cepat membuat orang butuh tempat tinggal dan juga tempat usaha,” tambah dia tanpa mau membocorkan harga dan spesifikasi ruko tersebut.

Dia hanya memastikan bahwa harga tanah di lokasi Taruma City telah menembus Rp 30 juta per meter persegi dan ruko itu akan dijual seharga belasan miliar Rupiah. “Peluncuran ini memang mengambil momentum tax amnesty ini berhasil dan akan ada dana yang pasti diinvestasikan kembali ke properti. Sekarang ini investor sudah mulai kasak kusuk mencari properti,” ungkap Agung.

Selain Cikarang dan Bekasi, Karawang dinilai merupakan daerah potensial di Koridor Timur Jakarta. Pasalnya, beberapa infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Jawa (Cikopo-Palimanan), Jalan Nasional Pantura Jawa, dan kereta api cepat Jakarta-Bandung melewati kabupaten ini.

“Pertumbuhan ekonomi Karawang saat ini lebih cepat daripada pertumbuhan nasional akibat lima kawasan industri yang ada di sini dan juga keberadaan infrastruktur masa depan seperti Pelabuhan Panimbang dan Bandara Ciampel jadi alasan kami memilih Karawang,” jelas Agung Wirajaya. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.