November 28, 2022

Mobil Mercedez Benz terendam banjir di Kawasan Kemang

WARTAPROPERTI.COM | Kawasan Kemang tidak lagi senyaman 10-15 tahun silam. Tidak hanya soal kemunculan bangunan-bangunan pencakar langit di kawasan itu, tetapi juga soal banjir. Beberapa waktu belakangan ini, Kemang menjadi salah satu wilayah di DKI Jakarta yang kerap terendam banjir manakala hujan datang. Tanya kenapa? Karena di kawasan ini melintas Kali Krukur yang nasibnya setali tiga uang dengan kali-kali lain di DKI Jakarta yang mengalami problem yang sama. Ada sekira 503 bangunan sepanjang bibir kali yang oleh Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta harus ditertibkan karena melanggar garis sepadan sungai.

Kepastian mengenai akan adanya penertiban bangunan-bangunan yang terdiri dari rumah mewah penduduk, gedung perkantoran dan tempat usaha itu disampaikan oleh Djarot Saiful Hidayat. Kemarin, Kamis (13/10/2016) pendamping Ahok dalam Pilkada 2017 yang masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, melakukan inspeksi ke kawasan tersebut. Djarot mengakui sebagian besar bangunan yang akan dibongkar adalah bangunan yang memiliki sertifikat dan izin mendirikan bangunan. Karena itu, ia menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mencari cara untuk menekan agar pembebasan lahan tidak memakan banyak biaya.

“Kalau diminta mengganti lahan yang sudah dibangun harganya mahal banget. Kami cari akal bagaimana caranya (menekan biaya),” kata Djarot.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Air Teguh Hendarwan menyatakan, Pemprov DKI sudah siap menghadapi gugatan yang kemungkinan akan dilakukan para pemilik bangunan yang akan dibongkar. Ia mengakui banyak bangunan yang memiliki sertifikat dan izin mendirikan bangunan. Namun, ia menegaskan, pembongkaran akan mengacu pada peraturan tentang garis sepadan sungai.

“Kalau bicara trase kan ada ketentuan baku. Kita lihat saja izin yang diberikan dulu, itu apa memang diberikan di pinggir kali? Apa iya yang namanya garis sepadan kali bisa diberikan izin? Kita tinggal gelar data saja,” kata Teguh.

503 bangunan yang sudah didata untuk dibongkar setelah terjadi kesepakatan ganti rugi dengan pemilik itu, adalah bangunan yang berada di sepanjang tiga kilometer Kali Krukut yang mengalir dari Kemang Selatan hingga Kemang 12. Langkah pemerintah ini diambil dalam persiapan untuk melebarkan badan sungai Kali Krukut menjadi 20 meter lebarnya.

“Kami baru akan membangun sheet pile (turap beton) kalau lebar kali sudah mencapai 20 meter,” ujar Teguh.

Rencana pemerintah melakukan normalisasi Kali Krukut ini pastinya berbeda dengan apa yang pernah dilakukan pada lokasi kali yang lain di wilayah DKI Jakarta. Jika di kali lain seperti Kali Ciliwung, yang dibongkar adalah bangunan kumuh tanpa sertifikat dan IMB, maka di Krukut bangunan yang dibongkar adalah bangunan mewah, plus memiliki sertifikat dan IMB sehingga pemerintah harus menyiapkan ganti rugi.

Djarot memastikan, bangunan-bangunan di Kemang akan tetap dibongkar, seperti yang sudah pernah Pemerintah Provinsi DKI lakukan dalam normalisasi di kawasan lain. “Enggak bisa kayak gini terus. Apalagi sudah La Nina. Kita tidak bisa prediksi cuaca anomali,” ujar Djarot sambil mengatakan, eksekusinya ditargetkan sudah bisa dilakukan pada akhir bulan ini. (HH/Foto: FL)

Leave a Reply

Your email address will not be published.