November 27, 2022

Ilham Habibie dan Muladi saat peluncuran Meisterstadt Batam

WARTAPROPERTI.COM | Diklaim sebagai sebuah proyek mixed-use pertama di Kota Batam, Proyek Mega Superblock PT Pollux Habibie dikecam warga di sekitar lokasi proyek. Pengerjaan proyek tersebut dikeluhkan puluhan warga Perumahan Citra Batam, RT 02 RW  01 Kelurahan Teluk Tering Kecamatan, Batam Kota. Mereka pun meluapkan kekecewaannya di Komisi I DPRD Kota Batam. Warga menuding PT Mahakarya Lintasindo kontraktor proyek milik PT Pollux Habibie, Simpang Frenky, Batam Centre, mengabaikan keluhan warga.

Dari beberapa laporan warga Citra Batam, warga merasa terusik dengan tersumbatnya saluran air, debu pun masuk ke dalam rumah. Dan yang fatal adalah saat umat muslim sembahyang mesin mesin tiang pancang tidak berhenti dan menuding pihak kontraktor tidak menghargai umat muslim yang tengah beribadah.

“Bunyi tiang pancang tidak berhenti dan sengaja, warga diamkan hingga peringatan yang pertama dan ketiga, akhirnya warga hilang kesabaran,” ujar Lisbeth Sianipar, warga Citra Batam yang menjadi juru bicara dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi I DPRD Batam pada, Selasa (25/10/2016).

Lisbeth juga menambahkan, kekesalan warga semakin memuncak saat digelar konsultasi publik penyusunan amdal tidak melibatkan warga Citra Batam namun warga Batu aji.

“Ini aneh sekali, kita warga Citra Batam yang sepadan dengan proyek Pollux kok tidak dilibatkan konsultasi publik penyusunan amdal malah warga luar yang ada dari Batuaji,” ujar Lisbeth.

Pengembang Tawarkan Kompensasi

Menanggapi tuntutan warga, Direktur Proyek PT Mahakarya Lintasindo, Bambang, mengakui adanya dampak terhadap perumahan Citra Batam, saat pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya tersumbatnya saluran air. Bambang pun berjanji akan menawarkan kompensasi. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pembuatan saluran yang diminta warga.

“Dasar pengajuan perizinan dimulai pada pengajuan izin untuk project tahapan perencanaan dan perizin an dari Juni 2015 Agustus 2016 dan kami menggunakan konsultan dari Jakarta dan Batam sementara itu untuk izin lingkungan dari konsultan Amdal,” ujar Bambang Direktur Proyek Mega Superblok PT Pollux Habibie disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRD Batam.

Bambang menuturkan, pihaknya mendengar adanya saluran tersumbat ke rumah warga dan sudah membuat drainase. Sedangkan soal izin pematangan lahan, Bambang mengatakan pihaknya mendapatkan di bulan Juni, namun yang lebih mengejutkan pada 12 Oktober ada tindakan ancaman dan anarkis dari warga “Kita juga sudah memberikan surat kompensasi kepada warga,” ujar dia. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.