December 6, 2022

Masjid Raya Daan Mogot jadi bukti salah satu karya Ahok

WARTAPROPERTI.COM | Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapat sorotan yang tak mudah padam. Bahkan dikabarkan, pada 4 Desember mendatang akan ada aksi demo besar-besaran menolak Ahok dan menuntut aparat penengak hukum untuk mengadilinya karena penistaan agama. Itu adalah dinamika politik di Jakarta terkini, namun bagaimana posisi Ahok terhadap pengembangan properti religius alias rumah ibadah di Jakarta?

Dari sederet Gubernur DKI Jakarta yang pernah menjabat dan memimpin kota ini, tidak ada yang mencatat rekor sebagai gubernur dengan alokasi anggaran terbesar bagi pembangunan rumah ibadat untuk imat Islam di Kota Jakarta. Dari sisi jumlah pun, pada jamannya Basuki-Djarot, keduanya mencatat jumlah tertinggi pembangunan rumah ibadat umat Islam di wilayah Jabodetabek.

Berikut ini beberapa bukti bahwa Ahok menjalankan sebuah model pembangunan yang menjadi antikonsep dari tudingan yang ditembakkan kepadanya pekan-pekan belakangan.

  1. Ahok membangun Masjid di Balai Kota diberi nama Masjid Fatahillah, Masjid ini digagas di era Gubenur Jokowi, dilaksanakan dan selesai di era Gubenur Ahok, total dana: Rp. 18.8 M. Setelah selama puluhan tahun dan belasan gubernur Jakarta yang muslim, Balai Kota tidak memiliki masjid.
  2. Ahok Membangun Masjid Raya Daan Mogot dengan anggaran Rp. 170 M, Jakarta Barat yang akan selesai akhir 2016 dibangun di atas luas tanah 17,8 hektare dengan bangunan seluas 2 hektare.
  3. Membangun masjid-masjid di setiap rusun-rusun yang dibangun: Masjid al-Hijrah untuk Rusun Marunda, Jakarta Utara.
  4. Membangun Mushola untuk setiap RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak).
  5. Membangun Masjid-Masjid di setiap rusun misalnya Masjid Al-Muhajirin di Rusun Pesakih, Jakarta Barat.
  6. Memajukan Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) Jakarta Utara sebagai Etalase Keilmuan Keislaman dan Wisata Religi. Tak hanya itu, Ahok juga selalu memberikan bantuan ke Masjid-Masjid, Musholla-Musholla dan Majelis-Majelis Taklim.

Dari jumlah properti religus atau rumah ibadat yang dibangun pada masa Ahok menjabat, sulit rasanya mengatakan bahwa dia adalah pemimpin yang tidak diskriminatif. (AS/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.