November 29, 2022

Sejumlah RPTRA dibangun di jaman Ahok sebagai gubernur

WARTAPROPERTI.COM | Predikat tersangka yang disandang Gubernur DKI Jakarta (non aktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membuat warga Jakarta yang menentangnya seolah lupa pada apa yang sudah dikerjakannya sesaat menjadi wakil gubernur dan ketika ia menjadi gubernur. Publik lebih tertarik membicarakan status tersangka yang disandangnya,  yang masih harus dibuktikan melalui pengadilan, ketimbang mengapresiasi hasil kerja nyata yang sudah dilakukannya dan dirasakan nyata oleh warga Jakarta.

Berikut ini 10 perubahan besar di bidang permukiman, transportasi, infrastruktur perkotaan dan pelayanan publik yang terjadi lantaran pola kepemimpinan Ahok dan belum tentu dapat dilakukan jika jabatan Gubernur DKI Jakarta diemban oleh sosok lain.

  1. Wajah bantaran kali jadi lebih cantik dan tertata: Entah lantaran takut menertibkan warga penghuni bantaran kali, atau alasan lainnya, tak ada satupun gubernur DKI Jakarta sebelum Ahok yang berhasil menertibkan area bantaran kali Ciliwung maupun kali-kali lainnya dan membenahinya. Ahok berhasil melakukannya.
  2. Metromini yang bandel dan ugal-ugalan ditertibkannya: Sutiyoso ketika menjadi gubernur telah meletakkan dasar yang baik dengan membangun busway, namun angkutan umum seperti metromini maupun kopaja yang kerap ugal-ugalan di jalan raya tidak ditertibkannya. Ahok sanggup melakukannya sekalipun dihadang dengan demostrasi pengemudi, kenek bersama majikan-majikan mereka.
  3. Rumah susun sewa diberikan kepada warga yang berhak dan berantas mafia rumah susun: Pemprov DKI Jakarta memiliki sejumlah rumah susun sewa yang sudah dibangun sejak lama, maupun yang baru dibangun. Ini menjadi lahan pungli dari sejumlah pihak dan siapa saja boleh tinggal di sana asal bayar kepada oknum-oknum itu. Gubernur Ahok berhasil memberantas oknum-oknum yang juga berasal dari kalangan pemprov DKI Jakarta yang sejak lama menjadikan rusunawa sebagai lahan pungli mereka.
  4. Pekan Raya Jakarta di Silang Monas: Jika selama ini PRJ selalu dilakukan di area eks bandara Kemayoran, maka sejak Ahok menjadi gubernur, area PRJ dipindahkan ke silang Monas yang pada praktiknya telah menjadi pesta rakyat Jakarta yang sesungguhnya, sesuai dengan nama yang disandangnya.
  5. Pembersihan kali dari sampah: Alat berat diturunkan oleh Pemprov untuk melakukan pembersihan kali-kali di seluruh Jakarta yang mulai mengalami pendangkalan akibat penumpukan sampah dan lumpur. Ini dilakukan Ahok dalam tiga tahun terakhir dan dapat Anda saksikan bagaimana pengaruhnya terhadap semakin minimnya banjir di Jakarta.
  6. Pembangunan RPTRA tanpa menggunakan APBD DKI Jakarta: Kadang kocak, menjengkelkan bahkan kerap membuat perut seperti dikocok akibat pernyataan-pernyataannya yang ceplas-ceplos, tetapi dibalik semua itu Ahok memperhatikan dengan baik keberadaan ruang terbuka publik yang ramah anak. Dia satu-satunya gubernur DKI Jakarta yang berhasil menghadirkan seabrek RPTRA di seantro Jakarta dengan menggunakan kontribusi dari sektor swasta.
  7. Jakarta lebih bersih dan tertata di jaman Ahok: Satu lagi fakta yang tak terbantahkan adalah kondisi kota Jakarta yang kini jadi lebih bersih dan tertata. Dengan pasukan oranye-nya, Ahok dengan segala upaya menggerakkan stafnya untuk membersihkan kota ini dan terbukti, Jakarta kini jauh berkali-kali lipat lebih bersih dibanding ketika masih dipimpin oleh gubernur sebelumnya.
  8. MRT sebentar lagi akan beroperasi: Kalau ini memang bukan semata-mata Ahok, melainkan Ahok melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh Jokowi.
  9. Berani menagih kewajiban pengembang properti: Ada ketentuan mengenai kewajiban membangun hunian berimbang bagi pengembang properti. Tidak sedikit pengembang yang menunggak hutang kompensasi dari tidak dijalankannya aturan itu dan tunggakan hutang itu nilainya sudah mencapai puluhan triliun rupiah. Ahok menjadi gubernur yang lantang menertibkan itu dan pengembang-pengembang pun sudah mulai mencicil pembayaran hutang mereka.
  10. Penutupan area prostitusi Kalijodo: Kalijodo adalah legenda tentang praktik prostitusi di negeri ini dan tak pernah tersentuh siapapun pemimpin negeri ini. Ahok melakukannya di tengah pro dan kontra hingga akhirnya per hari ini semua pihak menyaksikan Kalijodo bukan lagi sebuah kawasan seperti setahun silam.

Ahok telah memberikan bukti dan boleh jadi apa yang sudah dilakukannya ini terancam akan menjadi monumen semata apabila gubernur DKI Jakarta berikutnya jatuh ke tangan figur lain yang kwalifikasi kesungguhannya membangun jauh di bawah Ahok.  (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.