December 3, 2022

Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal

WARTAPROPERTI.COM | Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan adanya minat investasi yang tinggi dari perusahaan Korea Selatan untuk ikut terjun di sektor properti Indonesia. Investor asal Negeri Ginseng tersebut bahkan secara spesifik mengungkapkan ketertarikannya untuk membangun proyek properti di Bali dan Tangerang.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, ketertarikan tersebut terungkap melalui laporan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Seoul. Identifikasi minat tersebut diperoleh langsung oleh Thomas Lembong ketika dirinya menjadi Special Guest Speaker pada acara Posco EFI Forum 2016 tanggal 31 Okt – 2 November 2016 di Korea Selatan.

“Investor Korea Selatan yang bergerak di bidang pembangunan properti berencana membangun properti di Bali yaitu shopping mall, retail mall, bioskop dan duty free shop serta rencana proyek properti [residence & retail complex] di kota Tangerang, Banten,” ujar Thomas Lembong di Jakarta, akhir pekan ini (4/11).

Thomas meyakinkan bahwa shopping mall juga dapat membantu mempromosikan produk-produk hasil dalam negeri seperti buah-buahan, sayuran, hasil agribisnis lainnya, pakaian, dan lain sebagainya artinya pihak pengembang juga harus memberdayakan dengan UKM di dalam negeri melalui kemitraan.

“Artinya keberadaan investasi yang dilakukan memiliki peran positif dalam mengembangkan perekonomian warga setempat,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya mengarahkan investor tersebut untuk dapat berperan membantu pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dengan membangun hotel dan resort di 10 destinasi wisata yang saat ini menjadi prioritas pemerintah.

“Sektor pariwisata berkembang sangat pesat, contohnya di Manado dengan dibuka penerbangan langsung Manado – China oleh maskapai low cost carrier pengaruhnya sangat besar sekali. Sebelum ada LCC, Manado kedatangan turis China 12 ribu per tahun.”

“Saat ini jumlah turis China di Manado mencapai 12 ribu per bulan. Tentunya kebutuhan akan hotel, resort, leisure dan entertainment sangat dibutuhkan. Investor harus melihat peluang besar tersebut,” papar Thomas.

Pejabat Promosi Investasi IIPC Seoul Imam Soejoedi menyampaikan bahwa untuk investasi proyek-proyek properti baik residensial atau ritel, Kepala BKPM mengarahkan untuk melihat tidak hanya pada kota-kota yang saat ini sudah berkembang, namun juga kepada kota-kota yang memiliki prospek besar menjadi metropolitan kedepannya.

“Sehingga ada persebaran ekonomi dan memberikan value added bagi daerah tersebut,” terang Imam.

Dari data realisasi investasi Januari-September 2016 yang dimiliki oleh BKPM, Korea Selatan menduduki peringkat ke delapan dengan nilai investasi mencapai US$743 juta terdiri dari 1.944 proyek.

Nilai realisasi investasi dari Korea Selatan tersebut menyumbang 3,5 persen dari total realisasi investasi yang masuk pada periode Januari-September 2016. Dalam periode ini, realisasi investasi meningkat 13,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 dengan nilai investasi Rp 453,4 triliun terdiri dari 21.843 proyek. Realisasi investasi dalam kurun waktu tersebut juga menyerap tenaga kerja sebanyak 960.041 orang. (FL/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.