December 3, 2022

Properti diramalkan akan stagnan pada 2018-2019

WARTAPROPERTI.COM | Musim-musim menjelang akhir tahun begini, akan muncul berbagai analisis, review dan prediksi pasar properti tahun berikutnya. Tidak hanya pengamat, analis atau periset. Pengembang maupun para agen properti pun memiliki analisis masing-masing tentang pasar ke depan. Tujuh dari sepuluh orang yang ditanyakan, baik dari kalangan pengamat, akademisi, pengembang, agen properti dan analis pasar modal yang fokus pada sektor properti, mengatakan optimis 2017 pasar properti nasional akan bangkit lagi.

“Bagi investor, ini adalah kesempatan bagus karena harganya cukup menguntungkan. Pembelian properti pada 2017 sangat disarankan karena pengembang akan memberikan keringanan pembayaran, diskon, dan gimmick lainnya,” ujar Aleviery Akbar, Associate Director Colliers International Indonesia, beberapa waktu lalu.

Para pelaku bisnis memang harus optimis terhadap kondisi pasar. Itu pula sebabnya, konsumen pun kerap diyakinkan bahwa membeli properti saat ini adalah keputusan yang tepat karena tahun depan harga properti akan naik. Bahkan tak jarang, di lokasi tertentu pembeli diiming-imingi kenaikan harga dalam satuan prosentase tertentu.

“Saya sejak 2010 main properti, dan sejak itu saya selalu baca prediksi pasar atau analisa dari para pakar properti. Terkadang organisasi properti seperti REI juga ikut bicara, katanya pasar tahun depan akan pulih, harga akan naik sekian persen. Hampir setiap akhir tahun mereka bilang begitu, ini saja baru kemarin saya baca ada pengamat yang bilang tahun 2017 properti pulih. Ini kan sama seperti tahun lalu, menjelang akhir tahun juga ngomong begitu. Buktinya?,” ungkap Lia Tjandra, ibu rumah tangga yang juga investor properti di Bekasi, hari ini (15/11/2016).

Tidak hanya pengamat properti. Asosiasi developer seperti Real Estat Indonesia (REI) pun selama tiga tahun berturut-turut, khususnya menjelang akhir tahun seperti ini, selalu mengungkapkan ekspektasi mereka terhadap kondisi pasar tahun berikutnya. Sayangnya, seorang investor properti dari Bintaro bernama Dewi Citra yang ditemui media ini akhir pekan lalu di BintaroXchange mengatakan, tiga tahun berturut-turut REI telah salah menginformasikan kepada pasar tentang prospek industri di tahun berikutnya.

“Oh iya mas, saya sejak 2013 itu mengamati terus, karena walaupun saya ibu rumah tangga sekalipun, saya butuh referensi dari pihak lain. Asosiasi pengembang seperti REI, pada 2014 akhir mengatakan, pasar 2015 akan pulih dan berjalan normal kembali. Demikian juga pada akhir 2015, organisasi pengembang properti ini mengatakan hal yang sama, 2016 kondisi properti akan membaik. Nah, beberapa hari belakangan ini saya juga perhatikan, ada pernyataan lagi bahwa 2017 properti akan bangkit,” tukas Dewi gusar.

Lia maupun Dewi menyadari bahwa semua keputusan yang mereka lakukan dalam membeli atau menjual properti sepenuhnya ada di tangan mereka. Namun, sebagai ibu rumah tangga yang tahunya berburu properti bagus dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan capital gain, mereka juga membutuhkan analisis dari pihak yang independen.

“Kalau cuma dengerin agen properti atau developer, ya mereka kebanyakan akan menyampaikan prediksi yang membuat kita optimis. Jadi kurang obyektiflah kalau dari pihak mereka,” ungkap Lia. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.