November 29, 2022

Orchard Pak Batam, sebentar lagi akan berdiri apartemen di sini

WARTAPROPERTI.COM | Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dinilai akan menarik minat investor untuk terus berinvestasi dan ikut mengembangkan perekonomian di Batam. Sebagai pintu gerbang lndonesia dari dan menuju Singapura dan Malaysia, Batam menjadi incaran pengembang properti nasional untuk membangun hunian. Salah satunya PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dengan proyek Orchard Park yang dilansir sejak awal 2014.

“Untuk 3 klaster pertama sudah terjual habis. Sementara dua klaster selanjutnya sudah terjual 70 persen,” ujar Assistant Vice President Strategic Marketing Residential APLN Agung Wirajaya, di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Kebanyakan konsumen membeli dengan skema tunai bertahap. Sebanyak 70 persen konsumen memilih metode tersebut dengan cicilan maksimal 30 bulan. Sementara konsumen yang menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak 10 persen dan sisanya, yakni 20 persen, tunai keras.

“Mereka banyak yang investasi untuk prospek bisnis dengan pemikiran siapa tahu properti itu bakal dipakai untuk berbisnis,” kata Agung sambil menambahkan, profil konsumen antara penghuni dan investor adalah 60:40.

Sementara itu pada kesempatan yang berbeda, Corporate Secretary APLN Justini OmasĀ  mengatakan, sejak awal peluncuran, penjualan perumahan di Orchard Park saja sudah mencapai sekitar Rp 800 miliar-Rp 900 miliar. Saat ini, harga jual rumah per unit di sana berkisar Rp 1,4 miliar-Rp 3 miliar.

Siapkan Apartemen Rp400 juta – Rp1 miliar

Kebutuhan hunian di Batam yang tinggi ini disebabkan oleh banyaknya populiasi industri di kawasan dengan otoritas khusus ini. Potensi industri ini juga mendorong tumbuhnya permintaan hunian terjangkau dengan harga di bawah Rp 1 miliar. Untuk memenuhi kebutuhan ini, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akan meluncurkan hunian terjangkau berupa apartemen di kawasan Orchard Park, Batam.

“Kami mempersiapkan dan melakukan riset pasar untuk membangun hunian vertikal. Kira-kira rencananya seharga Rp 400 juta-Rp 1 miliar,” ujar Agung Wirajaya.

Rentang harga tersebut dinilai terjangkau tidak hanya untuk orang Batam, tetapi juga para investor atau pebisnis dari Jabodetabek. Selain bisa ditempati, hunian ini juga bisa menjadi instrumen investasi karena dapat disewakan.

“Ini menarik bagi pebisnis nasional melihat Batam yang menjadi jembatan untuk berbisnis di ranah internasional atau ASEAN karena kedekatan geografis dengan Singapura,” kata Agung.

Ia menambahkan, keuntungan apartemen ini adalah berada di kawasan yang sudah hidup. Orchard Park dengan luas 42 hektar berisi 1.200 rumah tapak yang dibagi menjadi enam klaster.

Tidak hanya itu, untuk kawasan komersial, APLN juga segera membangun ruko-ruko yang sudah terjual 100 persen. (KMPS/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.