December 3, 2022

Public Expose PT Metropolitan Land Tbk.

WARTAPROPERTI.COM | PT Metropolitan Land Tbk., mengumumkan optimisme mereka akan tercapainya target penjualan atau marketing sales 2016 pada akhir tahun ini. Sementara itu, hingga Oktober 2016, perusahaan ini telah membukukan laba sebesar Rp169 miliar atau naik sebesar 6,2% dari laba pada periode yang sama di tahun 2015 yang tercatat pada angka Rp159 miliar. Sementara itu, pendapatan usaha pun mengalami kenaikan sebesar 2% pada Oktober 2016 yakni sebesar Rp765 miliar jika dibandingkan dengan angka pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp750 miliar.

Thomas J. Angfendy, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk., dalam acara public expose di Jakarta kemarin (05/12/2016) mengatakan, proporsi pendapatan perseroan versi marketing sales hingga Oktober 2016 berasal dari penjualan properti sebesar Rp 838,6 miliar. Sementara itu, pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp373 miliar. Sedangkan target perseroan untuk penjualan properti adalah Rp915 miliar dan recurring income sebesar Rp400 miliar. Artinya, per kwartal ke-III tahun ini penjualan properti Metland telah mencapai 91,6% dari target, sedangankan di sisi recurring income telah mencapai 93,2% dari target.

“Kami optimis dapat mencapai target marketing sales hingga akhir tahun, yang hasilnya akan terlihat pada performa keuangan Metland di tahun 2018,” ungkap Thomas.

Sementara itu, terkait dengan kenaikan laba dan pendapatan usaha perseroan yang berada di bawah angka 10% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, Olivia Surodjo, Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk. di kesempatan yang sama mengatakan, “Kami melihat petumbuhan yang melandai untuk performa hingga kuartal III dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu karena peningkatan penjualan baru dirasakan sejak Agustus 2016 sehingga belum tercermin pada laporan keuangan kuartal III.”

Peningkatan penjualan yang dicapai oleh Metland pada kwartal ke-III tahun ini terjadi di tengah pasar properti belum menunjukan pemulihan. Sejumlah pengembang properti justru masih mengeluhkan lambatnya penjualan hingga terpaksa merevisi target penjualan mereka.  (HH/Foto: HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published.