November 29, 2022

Pembangunan Podomoro Golf Viewdi kawasan Cimanggis, Cibubur, Jawa Barat

WARTAPROPERTI.COM | Pengembang yang juga dijuluki sebagai raja apartemen, PT Agung Podomoro Land Tbk., tahun ini menargetkan penjualan unit apartemen di proyek teranyar mereka Podomoro Golf View, Cimanggis dapat menyentuh angka Rp400 miliar. Sebelumnya pada penjualan perdana untuk tiga tower terdahulu, perusahaan sudah meraup angka Rp1,2 triliun. Manajemen perusahaan ini menyebut, tahun ini pihaknya akan fokus pada proyek yang terletak di pintu tol Cimanggis dan akan terhubung langsung dengan moda angkutan moderen yang saat ini sedang disiapkan, light rail transit (LRT) itu.

Indra Widjaja Antono, Vice President Director PT Agung Podomoro Land Tbk., menjawab media ini mengatakan, Podomoro Golf View menunjukan progres yang positif di pasar sehingga pihaknya optimis, apartemen tower keempat dari 25 tower yang rencananya akan dibangun di kawasan ini dapat terserap secara maksimal oleh pasar di tahun 2017 ini.

“Kami berharap tahun ini bisa mencapai target Rp400 miliar dari penjualan tower ke-4 di Podoomoro Golf View ini,” ungkap Indra yang kerap disapa Iwa ini.

Podomoro Golf View adalah gebrakan paling anyar dari pengembang yang dinahkodai oleh Trihatma Kusuma Haliman ini. Ini adalah sebuah proyek mixed-use berskala besar di area sub urban yang akan memasok 35.000 unit apartemen. Uniknya lagi, sedari mula pengembang menyatakan bahwa proyek ini diperuntukan bagi pasar di segmen menengah ke bawah yang bisa mendapatkan unit apartemen di sini dengan memanfaatkan skema pembiayaan bersubsidi dari pemerintah seperti fasilitas likwiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang disiapkan oleh pemerintah.

“Podomoro Golf View juga menjadi bentuk nyata dukungan Agung Podomoro bagi pengentasan masalah perumahan di Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintah melalui program Sejuta Rumah itu,” ungkap Iwa lagi.

Menurut Center for Urban Development Studies (CUDES), kemunculan PGV di bilangan Cimanggis Jawa Barat itu telah menjadi jangkar pemicu meningkatnya nilai kawasan yang sejak lama nyaris tak berkembang itu.

“Lima tahun yang lalu, Anda masih bisa mendapatkan lahan dengan harga dibawah Rp1 juta di seputaran pintu tol Cimanggis 2 hingga wilayah Cibinong sana. Tetapi coba lihat sekarang, semenjak kehadiran megaproyek PGV, harga tanah terkerek naik bahkan hingga menyentuh 200% pada titik-titik strategis di kawasan itu,” ungkap Ferdinand Lamak, Chairman CUDES.

Dalam perkiraan lembaga ini, jenis-jenis hunian di kawasan suburbs seperti Cimanggis yang dikembangkan dengan memberikan fokus yang tidak sedikit bagi solusi ttransportasi publik yang murah dan nyaman seperti LRT ini akan menjadi primadona pasar dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan.

“Prediksi kami penjualan proyek-proyek seperti PGV yang masih memberikan porsi tinggi bagi hunian yang terjangkau diharga kurang dari Rp200 juta, seharusnya lebih tinggi dari apa yang sudah dicapai oleh APL. Penjualan PGV sedikit tertahan terutama dalam kurun waktu 2016 lantaran persoalan yang dihadapi oleh pengembangnya dalam urusan reklamasi pantai di Teluk Jakarta,” tutur Lamak. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.