December 3, 2022

Calon Gubernur Anies Baswedan blusukan dan bertemu warga Jakarta

WARTAPROPERTI.COM | Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memastikan bahwa pihaknya sadar konsekwensi dari rencana mereka untuk menghentikan reklamasi. Dalam program Mata Najwa, (25/1/2016) keduanya dikejar tentang bagaimana keterlibatan negara ketika reklamasi dihentikan dan muncul persoalan antara pihak pengembang dan warga yang sudah terlanjur membeli properti yang rencananya akan dibangun di atas lahan reklamasi itu.

“Saya bertemu dengan para warga yang ada di Jakarta Utara dan ikut membeli (properti di lahan reklamasi-red) dan saya sampaikan bahwa jika nanti pembeli tiak mendapatkan yang seharusnya dari penjual, maka negara berkewajiban untuk membantu. Kalau ada pelanggaran-pelanggaran, pasti ada sanksinya,” ungkap Anies Baswedan, calon gubernur DKI Jakarta nomor pilih 3.

Lebih tegas lagi Anies mengatakan bahwa dibalik semua persoalan menyangkut reklamasi adalah masalah ketidakadilan.

“Tapi dibalik ini semua, kita bicara tentang keadilan. Ketika sekelompok orang mendapatkan akses begitu besar untuk mendapatkan tanah begitu besar di Jakarta Utara dan itu dengan proses yang tidak transparan, maka itu kita akan hadapi semua konsekwensinya, walaupun kita belum tentu tahu jalannya. Hari ini belum tentu tahu rute persisnya,” tegas Anies.

Anies mengatakan, ketika dirinya merasakan ketidakadilan maka rasakan itu. Ia menganalogikan dengan para pejuan kemerdekaan di jaman lalu.

“Kami akan melawan kolonialisme dan bagaimana kita akan bangun sebuah negara setelah merdeka, ya kita akan pikirkan nanti. Artinya ketika kita merasakan ada sesuatu yang tidak benar, bahkan Pak Menko Maritim Rizal Ramli clear mengatakan itu dan beliau kini istirahat setelah itu, jelas ada masalah di sana,” ujar Anies.

Menurut Anies, ini adalah posisi moral. Bukan sekadar posisi teknis hukum. “Kita bukan sekadar mau menegakkan hukum. Kita mau menegakkan keadilan di Jakarta.” (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.