November 29, 2022

Manajemen Hikvision Indonesia, Indah Sitepu dan Steven Wang

WARTAPROPERTI.COM | China terus berinovasi melahirkan produk-produk berbasis teknologi tinggi. Untuk meningkatkan kwalitas Penggunaan CCTV yang makin marak belakangan ini, mereka CCTV kini tampil ramah lingkungan, seperti yang ditawarkan produsen asal China bernama Hikvision.

CCTV garapan Hikvision dibekali fitur anti korosi dan anti meledak sehingga membuatnya lebih ramah terhadap lingkungan. Tapi lebih dari itu perangkat pengawasan bikinan produsen asal China ini juga dibekali segudang fitur terkini, seperti dukungan terhadap transmisi NVR, POE switch (300 meter), dan TVI (1,200 meter) yang lebih panjang dibandingkan dengan produk CCTV lain.

Selain itu, Hikvision juga meluncurkan produk H265+ yang diprediksi dapat menghemat hingga 80% kecepatan bandwidth dan storage, serta produk kamera 4-in- 1 serta DVR 5-in- 1 yang kompatibel dengan format analog, TVI, AHD, dan CVI.

Hikvision juga merupakan produsen CCTV pertama dengan fitur video analytics di Indonesia di sebagian besar produknya. Fitur ini sangat membantu konsumen yang ingin melakukan analisis mendalam terhadap subjek baik dari segi gerak tubuh, area perpindahan, dan batas-batas wilayah yang dilaluinya sebagaimana terekam dalam video.

“Kami bangga dapat terus berinovasi dalam menciptakan dukungan teknologi yang canggih dan aman digunakan untuk membantu meningkatkan efektifitas serta kenyamanan lingkungan kerja di Indonesia,” tutur Steven Wang, Country Manager Hikvision, dalam keterangan resminya akhir pekan ini.

“Dengan harga yang terjangkau dan ragam fitur yang ramah lingkungan, produk kami telah sukses merambah pelanggan di berbagai industri di seluruh dunia,” timpal Indah Sitepu, Marketing Manager Hikvision.

Hikvision sendiri mengincar dua segmen lewat CCTV buatannya, yakni segmen retail dan segmen smart. Segmen retail mengincar bisnis yang berskala lebih kecil, yang membutuhkan kemudahan untuk kegiatan monitoring hariannya dan bukan untuk suatu tujuan khusus. Konsumen dari segmen retail ini contihnya seperti toko kebutuhan sehari-hari.

Sementara segmen smart lebih mengarah pada konsumen dari lingkungan korporat berskala besar, yang memiliki kebutuhan lebih spesifik. Misalnya untuk penghitungan jumlah orang, pengamatan gerakan tubuh, dan kebutuhan lainnya di lingkungan organisasi dengan jumlah karyawan lebih besar. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.