December 6, 2022

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla

WARTAPROPERTI.COM | Kebanyakan orang menggunakan rumah sebagai tolok ukur tingkat kesejahteraan seseorang di tengah masyarakat. Di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia, sangat nampak perbedaan yang signifikan antara kehadiran rumah mewah di satu sisi dan keberadaan rumah kumuh di sisi lain. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2016) mengatakan perlunya pertumbuhan yang adil dan merata untuk semua rakyat Indonesia.

“Kita tidak ingin rumah mewah tapi di belakanganya rumah kumuh. Siapapun bangsa ini kerja keras bersama-sama kesejahteraan dirasakan semua orang,” jelas JK.

Oleh karena itu, JK juga mengingatkan pentingnya peranan sektor keuangan dalam mengentaskan kesenjangan ekonomi, mempersempit jurang antara si kaya dan si miskin. Misalnya dalam penyaluran kredit usaha, masyarakat menengah ke bawah juga harus ikut dibantu agar bisa lebih sejahtera.

“Kita tidak ada gunanya tumbuh tapi tidak adil, tidak ada gunanya tumbuh tapi tidak adil. Kita harapkan sektor keuangan ikut serta dalam kebijakan itu,” tutur JK.

JK menambahkan, fokus pemerintah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke depan juga akan menyasar ke sektor yang lebih produktif. Selama ini, KUR sebagian besar diserap sektor perdagangan yang tidak terlalu banyak menyerap lapangan kerja.

Ke depan, penyaluran KUR difokuskan ke sektor perkebunan, pertanian, juga perikanan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

“Kita akan berikan plot besar belanja modal pembangunan tetap pada usaha pertanian baik,” tutup JK.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad juga mengatakan, alokasi KUR ke sektor perdagangan sebelumnya mencapai 66,8%. Dengan diperluas sektor penyaluran KUR, diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih baik di berbagai daerah.

“KUR diketahui lebih banyak ke perdagangan dan jasa. Kita ingin ke sektor produktif, perkebunan, pertanian, perikanan, dan sebagainya,” tutur Muliaman. (DTK/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.