December 3, 2022

Rumah susun Rawa Bebek, Jakarta Timur

WARTAPROPERTI.COM | Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Arifin mengatakan, mengakui masih terdapat sejumlah persoalan dalam pengelolaan rumah susun sederhana milik (rusunami) di Jakarta. Ternyata, hingga saat ini masih ada rusunami yang belum memiliki sertifikat laik fungsi (SLF) bangunan dan gedung. SLF merupakan jaminan bagi penghuni bahwa rusunami laik dan aman dihuni.

“Rusunami ini juga masalah kepemilikan. Ketentuan rumah susun boleh diserahterimakan kuncinya itu seharusnya SK (surat keputusan) pertelaan sudah ada. SLF-nya sudah ada. Rusun harus menjamin kenyamanan. Harus ada SLF-nya, tapi penerapan, belum SLF-nya dipenuhi,” ujar Arifin, di Balai Kota, Rabu (25/1/2017).

SLF hanyalah salah satu dari masalah yang ada. Jual beli unit rumah susun oleh pemilik pun masih sering terjadi. Menurut Arifin, masih ada penghuni yang memegang perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) padahal penghuni tersebut telah melunasi seluruh pembayaran.

Menurut dia, permasalahan itu terjadi karena belum terdapat aturan pasti mengenai pihak yang mengurus hal tersebut. Untuk itu, Pemprov DKI segera membuat Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tata cara pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

“Nah, ini siapa yang menyelesaikan keluhan. Makanya pemetaan masalah tidak bisa ditangani sendiri oleh Dinas Perumahan. Bagaimana bangun rusun, misalnya sebelum ada SK pertelaan, kan harus ada yang mengawasi,” ujar Arifin. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.