November 29, 2022

Suasana debat Calon Guberur DKI Jakarta

WARTAPROPERTI.COM | Debat kandidat Gubernur DKI Jakarta tadi malam menyisakan tanda tanya yang tidak terjawab tentang pengentasan masalah perumahan dan transportasi di Kota Jakarta. Kendati para calon memaparkan programnya dengan begitu lancar dan fasih, namun dalam aspek tertentu, publik tidak banyak mendapatkan gambaran yang konkrit terhadap penyelasaian masalah hunian dan transportasi publik di Jakarta yang semakin hari semakin bertambah parah.

Center for Urban Development Studies (CUDES) menilai dari pemaparan visi misi dan program para kandidat sesungguhnya menggambarkan ketidakpahaman mereka mengenai masalah perumahan dan transportasi publik di DKI Jakarta. Meski menyebut angka backlog di DKI Jakarta, salah satu calon yakni Agus Harimurti Yudhoyono sama sekali tidak memberikan solusi untuk merumahkan warga DKI Jakarta yang belum memiliki akses untuk mendapatkan hunian yang layak.

“Kandidat nomor 1 dan 3 sama sekali tidak memberikan pemaparan tentang bagaimana mereka mengatasi masalah permukiman dan transportasi publik di DKI Jakarta. Agus sempat menyebut angka backlog tetapi tidak memaparkan bagaimana mengatasinya. Persoalan permukiman ini tidak bisa dibicarakan secara garis besar dan abstrak, mesti dikonkritkan, mau dibangun dilahan yang mana, siapa yang membangunnya, dengan sumber dana dari mana dan bagaimana akses warga untuk memilikinya,” ungkap Ferdinand Lamak, Chairman CUDES di Jakarta pagi ini, Sabtu (14/1/2016).

Sementara itu lanjut Lamak, Anis Baswedan sudah mulai dengan mempertanyakan program Jokowi-Ahok lima tahun silam dengan program Kampun Deret. Sayangnya, pasangan nomor urut 3 ini pun tidak memaparkan apa konsep yang meraka usung.

“Keduanya berbicara mengenai anti penggusuran, tetapi tidak disertai dengan penjelasan, tidak perlu rinci, cukup garus besarnya saja, jika tidak warga di bantaran kali dan di kolong jembatan tidak ditertibkan lantas apakah kota ini dibiarkan terus semrawut? Atau jika mereka dirumahkan, kemana mereka akan dikirim? Ini kan harus jelas sehingga tidak menjadi retorika tanpa ada isi. Urusan perumahan ini sudah tidak kalah pentingnya lagi dengan masalah makan, pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya lagi.

Menurut CUDES, pada masalah transportasi pun kedua calon tersebut tidak mengemukakan ide mereka yang lebih baik dari apa yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta selama ni. Hal ini tentu saja mendatangkan spekulasi yang boleh jadi benar tentang ketidakpahaman Agus maupun Anis terhadap masalah transportasi publik.

“Boleh jadi kedua pasangan calon tidak memiliki ide atau konsep yang lebih baik dari apa yang sudah dilakukan oleh pasangan nomor 2 Basuki-Djarot. Memang, ada sejumlah program pasangan nomor 2 yang harus harusnya bsa diuji oleh kedua lawannya namun iu tidak dilakukan.” (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.