November 27, 2022

Maket Proyek Jakarta Living Star, Jakarta Timur

WARTAPROPERTI.COM | Di tengah semakin terbatasnya lahan di wilayah Jabodetabek, khususnya Jakarta untuk pembangunan hunian, perusahaan-perusahaan properti milik pengembang besar asal China sudah mengusai ratusan hektar lahan dan mulai dibangun proyek-proyek properti. Bahkan disinyalir, luas lahan yang mereka kuasai semakin hari akan bertambah. Di barat Jakarta, skala proyeknya bisa mengalahkan pengembang lokal apalagi pada langkah awal saja mereka sudah berani menawarkan apartemen murah seharga Rp300 jutaan dengan total pasokan mencapai 2.000-an unit.

China Constructions and Communications Group (CCCG) melalui PT China Harbour Jakarta Real Estate Development saat ini tengah membangun integrated mega project Daan Mogot City, sebuah proyek superblok di atas lahan seluas 16 hektar. Luas ini akan bertambah karena mereka berencana untuk memperluas lahan dengan membeli tanah di sekitarnya. Jika ini terjadi, mereka akan menggusur Podomoro City yang saat ini masih mencatatkan diri sebagai proyek superblok terluas, 22 hektar di barat Jakarta.

Ekspansi grup ini pun mengincar sejumlah titik di wilayah lain di Jakarta seperti Sentul dan Jakarta Timur. Akumulasi lahan yang akan mereka raup, bisa mencapai ratusan hektar.

Pengembang asal China yang lainnya, Kingland Group mulai dengan proyek Kingland Avenue, sebuah proyek dengan total 2.200 unit apartemen serta satu tower SOHO di atas lahan seluas 2,2 hektar dengan investasi mencapai Rp2 triliun.

Kingland Avenue belum lagi rampung, tetapi pengembang ini juga sudah mengantongiĀ  landbank seluas 200 hektar. Lahan ini tersebar di beberapa titik di wilayah Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek. Bukan tidak mungkin, luas lahan di tangan mereka akan terus bertambah.

Satu lagi pengembang asal China dengan penguasaan lahan yang cukup luas di Jabodetabek yakni Wuzhou Investment Group dengan benderanya PT Sindeli Propertindo Abadi. Mereka sedang mengerjakan proyek Jakarta Living Star, sebuah proyek dengan 6 menara apartemen yang berisikan 3.700 unit, pusat belanja seluas 3.000 meter persegi dan hotel. Proyek terletak di Cibubur, Jakarta Timur.

Pengembang ini juga sudah mengantongi sekira 150-an hektar di Cikeas, Bogor. Lahan seluas ini akan disiapkan untuk pengembangan lanjutan pada tahun 2020 mendatang.

Masuknya pengembang asing di tengah kondisi pasar properti yang melambat ini tentu saja menjadi sebuah fenomena tersendiri. Disaat pengembang lokal berteriak lantaran penyerapan produk mereka lambat, pengembang asal China ini justru jor-joran membangun ribuan unit apartemen. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.