December 3, 2022

Antrian kendaraan di pintu rel kereta

WARTAPROPERTI.COM | Kementerian Perhubungan RI hari ini mengumumkan, akan melakukan penutupan  empat pelintasan kereta sebidang yang terdapat di Jakarta. Melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kemenhub RI, Direktur Jenderal Perkeretaapian Prasetyo Boeditjahjono kemarin (7/3/2017) menyebutkan akan melakukan penutupan dengan bantuan Polda Metro Jaya. Penutupan ini akan dilakukan pada Mei 2017.

Kemehub akan menutup perlintasan Jalan Pejompongan I (JPL nomor 42 di Km10+374 lintas Tanah Abang-Serpong), perlintasan Jalan Pasar Minggu (JPL nomor17 di Km 15+309 lintas Manggarai-Bogor), pelintasan Jalan TB. Simatupang (JPL nomor 20c di Km 20+785 lintas Manggarai – Bogor) dan perlintasan Pondok Kopi (JPL nomor 63 lintas Manggarai – Bekasi).

Keempat perlintasan itu adalah bagian dari 19 perlintasan sebidang yang diusulkan untuk ditutup oleh Kementerian Perhubungan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Dalam keterangan tertulisnya, Prasetyo mengatakan penutupan pelintasan sebidang ini dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan pada perlintasan antara jalur kereta api dengan jalan di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

“Perlintasan sebidang tersebut telah diperlengkapi dengan flyover maupun underpass,” katanya.

Selanjutnya, akan ada dua tahap berikutnya untuk melakukan penutupan perlintasan sebidang yang lainnya.

Tahap II yang akan ditutup adalah 5 perlintasan sebidang, antara lain Jalan Bandengan Utara (JPL nomor 2 di Km 2+823 Jalur Lingkar Jakarta), Jalan Bandengan Selatan (JPL nomor 3 di Km 2+850 Jalur Lingkar Jakarta), KH. Hasim Ashari (JPL nomor 31 di Km 4+400 Jalur Lingkar Jakarta) dan Jalan Angkasa (JPL nomor 14A dan JPL nomor 14B di Km 4+233 Jalur Lingkar Jakarta) serta Karet Bivak Pejompongan (JPL nomor 01 di Km 1+8 atau 9 lintas Manggarai – Tanah Abang). (PR/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.