November 27, 2022

Ini penampakan simpang susun Semanggi yang tersambung malam tadi, Selasa 25/4/2017 (Foto: Detikcom)

WARTAPROPERTI | Simpang Susun Semanggi sudah tersambung sepenuhnya setelah dilakukan pemasangan box girder terakhir untuk jalan layang sepanjang 1.622 meter tersebut, sekitar pukul 24.00 WIB. Sebelumnya, Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pemasangan terakhir akan dilakukan pada jam 23.30 WIB Selasa malam.

“Malam ini jam setengah 12 malam akan pasang, pas,” kata Ahok sebelum meninggalkan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin Selasa (25/4/2017).

Dia berharap Simpang Susun Semanggi dapat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Paling lambat peresmian akan dilakukan bulan Agustus mendatang. “Kita harapkan Pak Jokowi bisa resmiin Juli, paling lambat Agustus,” ujarnya.

Saat disinggung soal peresmian Simpang Susun Semanggi yang masih akan dihadiri oleh dirinya sebagai Gubernur DKI, Ahok pun berseloroh. Dia mengatakan masih mendapat ‘jatah’ untuk meresmikan proyek tersebut.

“Iyalah masih kebagianlah,” tambahnya seraya tertawa, sebagaimana dikutip Detikcom.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tampak hadir dalam acara penyambungan simpang susun Semanggi itu.

“Saya dan Menteri Perhubungan datang ke sini untuk mengapresiasi PT Wijaya Karya, yang telah membuktikan bahwa kalau kita kerja lebih serius, itu bisa bekerja lebih cepat dengan kualitas yang mungkin lebih baik. Kami datang untuk itu, untuk menaikkan segmen yang terakhir 3,6 meter,” tutur Basuki di Semanggi, malam tadi.

Proyek ini memang ternyata selesai 1 bulan lebih cepat dari target. Diperkirakan jalan layang Simpang Semanggi rampung pada Juli 2017 sehingga bisa beroperasi pada 17 Agustus 2017 atau bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI.

“Masih banyak pernak-pernik yang harus diselesaikan, penerangannya belum, semua akan diselesaikan. Tapi semua strukturnya sudah selesai malam ini,” tambah Basuki.

Contoh pernak-pernik itu antara lain lampu jalan, pembatas jalan, pelapisan aspal. Sementara itu, Budi Karya lebih mengapresiasi Simpang Susun Semanggi yang berbentuk melingkar. Menurutnya, simpang susun ini justru menambah keindahan Semanggi jika dilihat dari atas.

“Saya sebagai arsitek sangat terkesan cara pengerjaannya. Karena dia sama sekali tidak mengganggu keindahan Semanggi sendiri,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, Simpang Susun Semanggi akan mengurai kemacetan di titik yang mempertemukan Jalan Sudirman, Thamrin, dan Gatot Subroto. “Ya, kemacetan pasti akan berkurang. Memang banyak variabel yang jadi pengukurnya, tapi paling tidak 30 persen akan mengurangi kemacetan,” imbuhnya.

Proyek ini nilainya mencapai Rp 345,067 miliar. Jalan layang itu akan terdiri atas ramp 1 sepanjang 796 meter dan ramp 2 sepanjang 826 meter. Jalan layang Simpang Susun Semanggi juga memiliki bentang terpanjang 80 meter yang melintas di atas Jalan Tol Dalam Kota dan menjadi jalan layang melengkung terpanjang pertama di Indonesia. (Sumber: Detikcom)

Leave a Reply

Your email address will not be published.