November 27, 2022

Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta (non aktif)

WARTAPROPERTI.COM | Masih seputar program rumah bagi warga Jakarta dan pasangan calon gubernur DKI Jakarta. Basuki Tjahjaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat masih konsisten dengan program rumah sewa murah atau yang disebut dengan rusunawa. Sementara Anies Baswedan yang dua pekan lalu masih kokoh dengan penyediaan rumah tapak seharga Rp350 juta bagi warga Jakarta dengan uang muka kredit 0% itu kini mulai menunjukan tanda-tanda berubah. Pasangan ini pun mulai berbicara tentang rumah susun.

Bagi lembaga pemerhati masalah perumahan dan transportasi perkotaan, Center for Urban Development Studies (CUDES), apapun yang dikatakan oleh kedua pasangan calon, jika mau jujur sudah tidak ada lagi celah bagi pemerintah untuk menyediakan rumah tapak secara masal bagi warga Jakarta. Hitung-hitungan dengan menggunakan rumus apapun, sudah tidak masuk dalam daya jangkau mereka yang bergaji Rp7 juta per bulan.

“Sudah tidak terhitung argumentasi yang dikemukakan oleh masyarakat yang mementahkan program DP0% untuk rumah Rp350 juta di Jakarta. Saya pikir Pak Ahok hanya tidak ingin terlalu ekstrim mengatakan secara tegas saja, sehingga ia kemukakan dalam bentuk program rusunawa. Ya, kalau beliau bicara apa adanya, tentu dia akan berkata, jangan mimpi bagi mereka bergaji Rp7 per bulan untuk punya rumah, apalagi rumah tapak di Jakarta,” ungkap Ferdinand Lamak, Chairman CUDES.

Sebelumnya dalam wawancara dengan detikcom, Ahok mengemukakan hitungan sendiri soal pembangunan rumah di Jakarta. “Dulu kita bangun rumah tipe 36 di Jakarta. Dua lantai, itu habis Rp 60 juta. Itu memang memungkinkan bangun dengan Rp 60 juta,” kata dia dalam acara Blak-blakan Ahok Djarot di Markas detik.com, Senin (10/4/2017).

Rp60 juta adalah ongkos bangunan yang terdiri dari biaya tukang dan material. Belum termasuk harga tanah. Nah, bagaimana kalau ditambahkan dengan harga tanah sesuai harga pasaran saat ini?

“Tanahnya enggak tahan (harganya). Tanah di tengah kota itu, dalam gang saja sudah Rp 5 juta/meter. Kalau ada jalan mobilnya, bisa Rp 7-10 juta,” cerita dia.

Nah, dengan hitungan tersebut, maka biaya lahan untuk membangun rumah tipe 36 tanpa halaman yang lokasinya memiliki akses mobil, biaya yang dibutuhkan untuk biaya membeli tanah adalah Rp 360 juta.  Ditambah biaya membangun rumah tadi, maka total biaya untuk satu unit rumahnya, bisa mencapai Rp 420 juta. (HH/Foto: Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published.