December 6, 2022

Kalijodo, jejak penuh kenangan Ahok bagi warga Jakarta Utara

WARTAPROPERTI.COM | Anda pernah dengar nama Kalijodo? Pada masa gubernur-gubernur sebelumnya, sejak jama Fauzi Bowo, Sutiyoso hingga pejabat terdahulu, nama ini dikenal sebagai lokalisasi ternama dengan pesona hiburan malamnya. Namun, sejak DKI Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Kalijodo bermetamorfosa dari kawasan maksiat menjadi sebuah destinasi baru hiburan rakyat terutama di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

Wisata Kalijodo, jejak jasa Ahok di Penjaringan, Jakarta Utara

Kalijodo sejatinya punya nilai sejarah dalam perkembangan kota Jakarta. Dulunya, Kalijodo adalah sebuah lokasi sentral ekonomi yang menghidupkan Jakarta. Asal mula Kalijodo itu sendiri sebenarnya merupakan tempat persinggahan etnis Tionghoa yang mencari gundik atau selir. Pasalnya, etnis Tionghoa di masa Batavia, adalah mereka yang melarikan diri dari Manchuria, perbatasan Korea Utara dan Rusia. Lantaran datang tak membawa isteri, akhirnya mereka pun mencari pengganti isteri di Kalijodo.

Kalijodo di masa lalu

Para gundik adalah perempuan lokal yang biasanya menebar pesona menarik pria etnis Tionghoa dengan menyanyi lagu-lagu klasik Tionghoa di atas perahu yang tertambat di pinggir kali. Perempuan-perempuan ini disebut Cau Bau. Cau Bau artinya adalah perempuan. Cau Bau ini bisa disamakan dengan Geisha dalam kebudayaan Jepang. Mereka bukan bertujuan untuk melacur, tapi perempuan tersebut menghibur dan mendapatkan uang atas pekerjaannya.

Kalijodo pun terus berkembang menjadi tempat hiburan yang tidak hanya diincar tidak hanya para pria asal etnis Tionghoa. Citra dan ciri tempat ini pun berubah, Kalijodo jadi tempat yang terkenal dengan pelacuran. Apalagi setelah pemerintah menutup lokalisasi pelacuran Kramat Tunggak pada tahun 1999, Kalijodo kian ramai dikunjungi.

Ahok menyulap Kalijodo untuk warga Jakarta

Kalau mau cari tempat nongkrong di kawasan Jakarta Utara pada hari ini, Kalijodo mungkin akan menjadi sebuah destinasi baru yang mulai menanjak namanya beberapa bulan belakangan ini. Tepatnya RPTRA / RTH Kalijodo. Ruang Publik Terbuka Ramah Anak / Ruang Terbuka Hijau, itulah hasil evolusi dari tempat yang tadinya adalah pusat pelacuran ini.

Keputusan Ahok mengubah wajah dan fungsi Kalijodo bukan perkara mudah. Sejak lama kawasan ini dikenal tak tersentuh, dari gubernur ke gubernur. Namun ketika memutuskan untuk menggusur Kalijodo, Ahok berkata tegas.

“Saya tidak peduli Anda bilang melanggar HAM. Kalau Anda pukul aparat dibilang tidak melanggar HAM, enak saja kamu ngomong begitu, memang aparat bukan manusia? Jadi, harus tegas, nah ini kita akan bicarakan,” ujar Basuki di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (26/2/2016).

Banyak pihak meragukan kemampuan Ahok ketika menggusur Kalijodo. Pasalnya di sana bersemayam penguasa-penguasa yang selama ini sangat ditakuti. Namun, gubernur nekad itu tidak sekadar gertak. Ia membuktikan bahwa dirinya benar-benar serius dengan ucapannya demi menegakkan aturan dan kepentingan umum.

Kalijodo oleh Ahok dibangun jadi kawasan yang nyaman bagi masyarakat

RPTRA/RTH Kalojodo pun dibangun dengan berbagai kelengkapan fasilitasnya dan diresmikan sendiri olehnya pada 22 Februari 2017. Saat dimana dirinya sedang mengikuti proses Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, sekaligus menghadapi sidang dengan dakwaaan penistaan agama. Masyarakat Jakarta Utara berdesakan hadir dalam kesempatan itu, dan setelah itu langsung menikmati bagaimana manfaat tempat ini bagi mereka dan anak-anak mereka.

Beralamat di Jl Pangeran Tubagus Angke No19, Tambora, Penjaringan, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta, Kalijodo menjadi satu dari sekian banyak pembuktian bagaimana Ahok menegakkan aturan dan melawan praktik korupsi bagi kepentingan masyarakat.  Luas, nyaman dan dipenuhi mainan, RPTRA Kalijodo menjadi tempat bermain edukatif bagi anak-anak. Orangtua tak perlu khawatir untuk menunggu, karena disediakan pula ruang tunggu, toilet dan arena pijat kaki alami di pinggir RPTRA.

Di tempat ini terdapat lapangan dengan konsep 3D. Mulai dari anak-anak usia tanggung sampai orang dewasa bebas untuk unjuk gigi di lapangan ini. Karena konsepnya yang 3D, membuat lapangan ini asyik banget buat main skateboard atau sepeda BMX.

Ahok terimakasih

Di sekitar RTH terdapat pohon-pohon muda yang baru ditaman. Harapannya nanti RTH Kalijodo bisa jadi tempat yang teduh. Taman seluas 10.000 m persegi ini dibuka 24 jam lho! Kecuali RPTRA, hanya dibuka mulai pukul 08.00-20.00 WIB.

Ada juga Pujasera yang sudah aktif beroperasi baru-baru ini sehingga pengunjung yang lapar bisa wisata kuliner di sini. Ini adalah wisata kuliner binaan UKM Kalijodo. Semua jenis makanan tersedia lengkap. Tinggal pilih sesuai selera.

Sejatinya, Ahok masih punya janji yang belum ia tuniakan di Kalijodo. Ia sudah mengatakan, membangun masjid di seberang jalan sebagai pembangunan tahap ketiga. Masjid ia hadirkan disini sebagai fasilitas beribadah bagi umat Islam. Sayangnya, sebelum masjid ia bangun, dirinya sudah lebih dulu divonis penjara dua tahun karena dianggap menista agama. Masjid di Kalijodo adalah rencana Ahok yang belum kesampaian di Kalijodo. (HH/Foto: Ist)

1 thought on “Ini Jejak Kenangan Ahok: RPTRA Kalijodo Jadi Destinasi Wisata Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published.